Surabaya (beritajatim.com) – PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia memperkuat sektor industri maritim dengan menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kerja sama ini untuk mendukung prioritas pembangunan nasional melalui sinergi dengan dunia akademik.
CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan bahwa kolaborasi ini bagian dari upaya memberikan wawasan terkait perkembangan dan rencana pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Djenod, ITS dipilih sebagai mitra karena fokus kampus ini pada bidang maritim. Menurutnya, ITS memiliki keunggulan dalam pembelajaran maritim, yang sejalan dengan visi PT PAL Indonesia.
“Maritim mencakup berbagai aspek keilmuan dan kekayaan Indonesia, sehingga penting bagi kami untuk mengoptimalkan potensi yang ada di ITS dan PT PAL untuk memperkuat sektor maritim,” kata Djenod di Gedung Pascasarjana ITS, Surabaya, Jumat (6/9/2024).
Djenod juga menambahkan bahwa selain berperan sebagai integrator utama untuk galangan kapal di Indonesia, baik milik BUMN maupun swasta, PT PAL bertugas menjalin hubungan dengan universitas yang memiliki keahlian di bidang maritim.
Bahkan, universitas yang tidak berfokus pada maritim tetap dianggap penting untuk sektor ini. Saat ini, PT PAL sedang mengerjakan berbagai proyek, termasuk kapal fregat Merah Putih, renovasi landing dock Philippines, 41 kapal perang, serta kapal selam Scorpene.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Trika Pitana, menegaskan komitmen ITS dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk mendukung kemajuan Indonesia, khususnya di sektor maritim.
“Perguruan tinggi memiliki tiga pilar utama: penelitian, pengabdian masyarakat, dan akademik. Di sektor maritim, fokus kami meliputi penguatan keahlian dalam produksi kapal dan riset terapan,” katanya.
Pitana juga menjelaskan bahwa kolaborasi ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran industri maritim di PT PAL dan kontribusinya terhadap masyarakat.
“ITS akan terus mempersiapkan diri sebagai kampus unggulan dalam pembelajaran bidang maritim untuk menghasilkan SDM berkualitas,” tambahnya.
Pitana juga memastikan bahwa ITS siap mendukung fokus pertahanan yang disampaikan oleh Kaharuddin Djenod dan berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan industri maritim Indonesia. [ipl/ian]






