Madiun (beritajatim.com) – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun sukses menggelar kegiatan membaca puisi dan pameran puisi eksperimental dalam rangka memperingati Bulan Ramadhan 2025.
Acara ini berlangsung pada Kamis (13/03/2025) di Laboratorium Drama UKWMS Kampus Madiun, dihadiri oleh berbagai komunitas sastra dan akademisi.
Wakil Dekan FKIP UKWMS, Dr. Gregoria Arianti, membuka acara yang juga dihadiri oleh perwakilan Gusdurian Madiun Haris Saputra, Budayawan Madiun Walida Tang Files, Komunitas Aur Kuning Angelia Nia Diri, Paguyuban Mahasiswa Borneo Madiun Yuliana Epit, Komunitas Forum Mahasiswa NTT Rikarda Kota Bena, serta PMKRI Madiun Victoria Aso. Dalam sambutannya, Ria menekankan pentingnya sastra sebagai media menjaga nilai toleransi.
Sejumlah puisi bertema puitika matematika turut dibacakan, termasuk oleh seorang dosen Prodi Pendidikan Matematika UKWMS yang pernah berlatih langsung dengan aktor senior Landung Simatupang.
Setelah sesi pembacaan puisi oleh Ria, para peserta turut serta membaca puisi secara bergiliran. Sebagian besar puisi yang dibacakan merupakan karya pribadi yang diciptakan khusus untuk acara ini.
Tidak hanya parade puisi, acara ini juga menghadirkan pameran puisi eksperimental yang menampilkan berbagai karya mahasiswa. Pengunjung diberi kebebasan untuk mengapresiasi serta menginterpretasi karya yang dipamerkan. Mahasiswa menampilkan ekspresi puisi melalui media unik seperti lipstik, daun kering, lukisan, benang, dan jarum, menciptakan wacana baru dalam estetika puisi eksperimental.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UKWMS Kampus Kota Madiun, Wenny Wijayanti, M.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa dan dosen dalam menyelenggarakan acara ini.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan monumental yang mampu menjaga tali silaturahmi dan kerekatan umat beragama, khususnya di wilayah Madiun,” ujarnya.
Koordinator Penjaminan Mutu UKWMS Kampus Madiun, R.R. Arielia Yustisiana, M.Hum., juga menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam mendorong kegiatan akademik berkualitas. “Ini merupakan bukti nyata bahwa sastra hadir untuk memberikan dorongan dan spirit terselenggaranya kegiatan-kegiatan bermutu dari universitas,” jelasnya.
Dosen pengampu matakuliah sastra, Dr. Ardi Wina Saputra, menambahkan bahwa puisi eksperimental yang dibuat mahasiswa merupakan bentuk eksplorasi bahasa melalui simbol-simbol dalam berbagai media. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa dapat ditransformasikan secara kreatif dan inovatif.
Duta Baca UKWMS, Kristhoporus Divinanto Adi Yudono, M.Pd., berharap acara ini dapat terus berlanjut. “Semoga kegiatan ini terus beresonansi dan menjadi penanda toleransi di UKWMS Kampus Madiun,”
harapnya.
Dengan semangat sastra dan kebebasan berekspresi, acara ini berhasil menjadi ajang apresiasi dan refleksi atas keberagaman serta kreativitas dalam dunia puisi. [fiq/ian]






