Sampang (beritajatim.com) – Inisial HS (25) pemuda asal Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tamblengan, Kabupaten Sampang nekat mau mengakhiri hidupnya dengan sajam. Aksi nekat dilakukan karena diputuskan pacarnya.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, sebelum kejadian ibu Arum yang merupakan nenek korban sedang berada di mushola depan rumahnya.
Saat itu dia mendengar suara rintihan memanggil namanya dari kamar yang ditempati korban. Dia bergegas mendatanginya dan terkejut karena korban sudah dalam keadaan terluka di leher sebelah kiri, pergelangan tangan kiri dan lengan atas sebelah kiri.
“Kemudian langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga untuk membawa korban ke Puskesmas Tambelangan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Sementara untuk saat ini kondisi korban dalam keadaan sadar. Sempat dilakukan introgasi oleh petugas polsek Tambelangan dan keluarganya.
“Dalam introgasi tersebut korban menjelaskan jika yang melukainya adalah dirinya sendiri dengan pisau dapur, sedangkan saat ditanya penyebab korban melukai dirinya sendiri, saat itu korban hanya diam,” tuturnya
Sedangkan menurut keterangan neneknya, korban selama ini berdomisili di Surabaya ikut orang tuanya. Dia baru 1 Minggu menginap di rumahnya akan tetapi tidak pernah keluar dari kamar. Diduga kelakuan itu karena baru saja putus dengan pacarnya.
“Selanjutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sampang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” tutupnya. [sar/but]
Disclaimer: Informasi dalam berita ini tidak bertujuan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda mengalami gejala depresi dengan kecenderungan ingin mencoba bunuh diri, segera konsultasikan masalah Anda ke penyedia layanan kesehatan mental, seperti psikiater, psikolog, atau klinik kesehatan mental terdekat.






