Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyerukan kebangkitan gerakan koperasi sebagai kekuatan ekonomi nasional pada Harkopnas ke-79.
- DEKOPIN menilai perhatian pemerintah terhadap koperasi menjadi momentum penting setelah hampir tiga dekade.
- DEKOPIN menargetkan generasi Z menjadi motor pengembangan koperasi berbasis digital.
- Organisasi optimistis UU Perkoperasian yang baru akan memperkuat fondasi hukum gerakan koperasi nasional.
Jakarta (beritajatim.com) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerukan kebangkitan gerakan koperasi sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta.
Acara yang diselenggarakan Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) itu dihadiri ribuan pengurus dan pegiat koperasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
Ia mengibaratkan filosofi koperasi seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, Saudara-Saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Ketua Umum DEKOPIN, Bambang Haryadi, menilai kehadiran langsung Presiden menjadi momentum penting bagi kebangkitan gerakan koperasi nasional.
Menurutnya, setelah hampir tiga dekade, koperasi kembali memperoleh perhatian besar dari pemerintah sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.
“Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian penuh dan bertransformasi menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat secara struktural,” ungkap Bambang.
Ia juga menepis anggapan bahwa koperasi merupakan model bisnis yang sudah usang.
Menurut Bambang, banyak lembaga ekonomi besar dunia justru berkembang melalui sistem koperasi yang dikelola secara profesional.
Ia mencontohkan sejumlah klub sepak bola Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen, serta Rabobank di Belanda yang menerapkan model kepemilikan berbasis koperasi.
“Kami contohkan klub-klub sepakbola raksasa di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen dikelola secara modern dengan menggunakan sistem koperasi. Bahkan salah satu perbankan terbesar di Belanda, Rabobank, sepenuhnya dimiliki oleh entitas koperasi. Untuk itu kami sangat meyakini, koperasi akan bangkit kembali memimpin pasar di era kepemimpinan Bapak Presiden,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DEKOPIN sekaligus Ketua Pelaksana Harkopnas ke-79, Gilang Widya, menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan acara tidak lepas dari sinergi antara DEKOPIN dan Kementerian Koperasi.
Menurutnya, masa depan koperasi sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda.
Karena itu, DEKOPIN berkomitmen mengajak pelaku usaha dari kalangan Generasi Z (Gen Z) untuk mengembangkan koperasi berbasis teknologi digital dan model bisnis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran booth Koperasi Gen Z yang menampilkan berbagai inovasi bisnis kreatif berbasis teknologi hasil karya anak-anak muda.
“Kehadiran Bapak Presiden, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta jajaran Kabinet Merah Putih merupakan suntikan energi luar biasa bagi kami di lapangan. Keberhasilan acara di Indonesia Arena ini juga menjadi bukti nyata bahwa DEKOPIN dan gerakan koperasi bersifat inklusif serta mampu berkolaborasi secara strategis dengan siapapun, termasuk sektor korporasi skala besar,” ujar Gilang.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), BRI, BTN, BNI, Pupuk Indonesia, PLN, Pertamina, MIND ID, hingga ANTAM, yang dinilai menjadi bagian dari penguatan ekosistem koperasi nasional.
DEKOPIN optimistis momentum Harkopnas ke-79 akan semakin mempercepat kebangkitan koperasi, terlebih dengan rencana disahkannya Undang-Undang Perkoperasian yang baru sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992.
Organisasi tersebut meyakini regulasi baru akan memberikan landasan hukum yang lebih kuat, adaptif, dan progresif sehingga koperasi mampu berkembang sebagai kekuatan ekonomi modern yang berdaya saing sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia. [way/beq]






