Surabaya (beritajatim.com) – Malam minggu warga di sekitar wilayah Pakal, Surabaya, mendadak mencekam setelah kobaran api dan pijar merah melalap puncak Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo. Pemandangan pijar api yang membumbung tinggi di atas langit malam tersebut sempat memicu kepanikan dan berbagai spekulasi liar di masyarakat.
Dugaan awal yang beredar di publik sempat mengaitkan insiden kebakaran ini dengan aktivitas suporter di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Namun, pihak berwenang langsung meluruskan kesimpangsiuran informasi yang terlanjur menyebar luas tersebut.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menegaskan bahwa tuduhan menyangkut penggunaan suar atau flare suporter stadion sama sekali tidak berdasar dan belum terbukti secara faktual.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini, meluruskan bahwa kabar yang sempat menyebut flare sebagai dalang utama merupakan asumsi awal petugas command center, bukan hasil temuan resmi tim penjinak api di lapangan.
Rini menjelaskan bahwa lokasi Stadion Gelora Bung Tomo yang menjadi arena pertandingan pada sore harinya terletak cukup jauh dari TPA Benowo. Bukan flare, petugas belum tahu pasti dan informasi awal itu hanya dari rekan-rekan Command Center.
Ia menambahkan, titik api yang memicu kebakaran besar tersebut sebenarnya bermula dari percikan kecil. Namun, hembusan angin malam yang sangat kencang di area terbuka dengan cepat membuat si jago merah merambat dan membakar gunungan sampah.
Insiden yang pertama kali dilaporkan sekitar pukul 19.00 WIB itu membutuhkan perjuangan ekstra dari petugas pemadam kebakaran. Api baru berhasil dijinakkan secara total setelah lima jam berjibaku, tepatnya menjelang tengah malam pukul 23.56 WIB.
Meski sempat membara hingga membakar tumpukan sampah dalam skala besar, penanganan cepat petugas membuat dampak kebakaran tidak meluas ke permukiman warga sekitar.
Pantauan terbaru di lokasi menunjukkan bahwa aktivitas operasional TPA Benowo kini telah pulih sepenuhnya. Truk-truk pengangkut sampah milik Pemkot Surabaya sudah kembali beroperasi melintas secara normal tanpa hambatan. [rma/ian]






