Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang melakukan pemetaan tahapan yang rawan konflik di Pilkada (Pemilihan kepala Daerah) 2024. Dua di antaranya adalah tahap pendaftaran pasangan calon dan kampanye.
Demikian diungkapkan Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan usai Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Stadion Merdeka Jombang, Selasa (13/8/2024) sore. “Dua tahapan tersebut rawan konflik. Yakni, tahap pendaftaran pasangan calon dan tahap kampanye,” ujar Hari.
Namun demikian Polres Jombang menjamin pelaksanaan pemilihan bupati-wakil bupati pada 27 November mendatang akan berjalan aman dan lancar. Pasalnya, polisi sudah melakukan antisipasi guna meminimalisir kerawanan.
Hari mengungkapkan, saat kampanye tentu ada mobilisasi massa yang cukup besar berasal dari para loyalis maupun kader mililtan partai dan setiap paslon. Begitu juga dengan tahap pendaftaran.
Kerawanan saat pendaftaran paslon dalah, Ketika bakal calon datang ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) bersama rombongan pengantarnya. Sehingga cukup rawan dan memicu terjadinya pergesekan antar-pendukung.
Selain itu, menurut Hari, yang tak kalah rawan adalah saat penetapan hasil, mulai dari tingkat pemungutan suara di TPS (tempat pemungutan suara) maupun penetapan hasil pemenang Pilkada oleh KPU. “Tapi kita sudah lakukan antisipasi,” ujarnya.
Untuk diketahui dalam tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak 2024, pendaftaran pasangan calon dijadwalkan pada Selasa, 27 Agustus 2024 hingga Kamis, 29 Agustus 2024. Sementara jadwal kampanye dimulai Rabu, 25 September 2024 hingga Sabtu, 23 November 2024.
Sementara itu, alam Sispamkota yang digelar Polres Jombang di Stadion Merdeka, ratusan personel anti huru-hara disiagakan lengkap dengan peralatan penghalau, termasuk tim negosiator dan anggota reserse kriminal maupun dari Satuan Intelkam.
Polres Jombang mengerahkan 580 personilnya untuk pengamanan Pilkada 2024. Ratusan polisi itu dilibatkan pula dalam sispamkota di Stadion Merdeka Jombang. Dalam simulasi ini diceritakan, ada kelompok yang tyidak puas dengan hasil Pilkada hingga berujung demonstrasi.
Walhasil, polisi berhasil menghalau gelombang massa. Jalannya simulasi disaksikan perwakilan KPU, Bawaslu, parpol, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sispamkota yang dipimpin Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan.
Dalam kegiatan tersebut para personel menyimulasikan pengamanan setiap tahapan Pilkada 2024.
“Total personel yang kami siagakan sekitar 580 anggota, semuanya kami libatkan dalam simulasi,” tandas Wakapolres Jombang. [suf]






