Ringkasan Berita:
- Muzayanah (58), warga Desa Brodot, Jombang, tercebur ke sumur saat sedang membuat kopi di rumahnya.
- Upaya evakuasi yang dilakukan keluarga gagal hingga meminta bantuan BPBD Jombang.
- Tim BPBD berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Jombang (beritajatim.com) — Seorang warga Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, mengalami kejadian nahas saat sedang membuat kopi di rumahnya. Muzayanah (58) terpeleset hingga tercebur ke dalam sumur rumah pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Peristiwa tersebut membuat keluarga korban panik. Mereka berusaha melakukan evakuasi terhadap Muzayanah dari dalam sumur, namun upaya tersebut tidak berhasil. Keluarga kemudian meminta bantuan Pusdalops BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang untuk melakukan penyelamatan.
Kalaksa BPBD Jombang Wiku F Diaz membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menjelaskan, Pusdalops PB BPBD Jombang menerima laporan itu sekitar 16.30 WIB. “Kami kemudian memberangkatkan satu unit rescue truck beserta peralatannya,” ujar Wiku.
Setiba di lokasi kejadian, tim BPBD Jombang langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban. Proses penyelamatan berlangsung cukup sulit karena korban berada di dalam sumur.
“Selain itu, korban dalam keadaan terperosok di dalam sumur sehingga membutuhkan penanganan khusus agar dapat dievakuasi dengan aman,” kata Wiku.
Tim akhirnya berhasil mengangkat Muzayanah dari dalam sumur tersebut. Proses penanganan selesai sekitar pukul 17.30 WIB dan seluruh personel kemudian kembali ke markas. “Korban kita evakuasi dalam keadaan selamat, lalu kita bawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis,” pungkasnya.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kejadian bermula ketika korban sedang membuat kopi. Saat melakukan aktivitas tersebut, korban tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam sumur yang berada di area rumahnya.
Keluarga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan. Namun karena keterbatasan peralatan dan kondisi sumur, proses evakuasi tidak berhasil hingga akhirnya meminta bantuan BPBD Jombang.
“Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap area berisiko di sekitar rumah, termasuk memastikan keamanan lokasi sumur agar tidak membahayakan penghuni rumah,” pungkas Wiku. [suf]






