Ringkasan Berita
- SC Muktamar ke-35 NU meninjau kesiapan lahan parkir tiga hektare dan infrastruktur pendukung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
- PBNU menilai kesiapan Bahrul Ulum sebagai tuan rumah muktamar berjalan baik, dengan sebagian besar fasilitas telah selesai dan hanya menyisakan tahap akhir pekerjaan teknis.
- Panitia lokal Jombang bersama keluarga besar pesantren dan struktur NU setempat terus memperkuat persiapan untuk menyambut ribuan peserta Muktamar ke-35 NU.
Jombang (beritajatim.com) – Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Katib Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, bersama rombongan panitia pusat meninjau kesiapan lahan parkir dan sejumlah infrastruktur di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas yang disiapkan panitia lokal sebagai tuan rumah muktamar, Sabtu (18/7/2026). Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah lahan parkir seluas tiga hektare di area persawahan PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas yang saat ini memasuki tahap penyelesaian pengurukan tanah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari verifikasi kesiapan tuan rumah sebelum ribuan peserta, peninjau, dan tamu undangan dari seluruh Indonesia hadir di Jombang untuk mengikuti forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.
Sebelum melakukan peninjauan lokasi, rombongan SC Muktamar ke-35 NU terlebih dulu melakukan ziarah ke makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah, yang berada di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Menurut KH Ahmad Said Asrori, ziarah tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kunjungan karena Muktamar NU tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga melanjutkan perjuangan para muassis NU.
“Kami dari panitia pusat, panitia Muktamar dari SC hari ini berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang yang insyaallah akan menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 27 sampai 31 Agustus mendatang,” ujar KH Ahmad Said Asrori.
Usai melakukan ziarah, rombongan panitia pusat bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Hasib Wahab serta Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Abdurrozaq Sholeh untuk membahas perkembangan persiapan pelaksanaan muktamar.
Dari hasil pengecekan lapangan, SC PBNU menilai Pondok Pesantren Bahrul Ulum telah menunjukkan kesiapan yang sangat baik sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. KH Ahmad Said Asrori optimistis pelaksanaan muktamar dapat berlangsung lancar dengan dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah Pondok Bahrul Ulum benar-benar telah menyatakan kesiapan dan kesediaannya menjadi tuan rumah perhelatan besar ini. Kita berharap muktamar nanti berjalan dengan baik, penuh kebahagiaan, kegembiraan, sukses, berkah dan membawa manfaat bagi warga NU, pesantren, bangsa, dan negara,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, panitia pusat juga melihat langsung keterlibatan berbagai unsur Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang dalam menyambut pelaksanaan muktamar. PCNU Jombang, MWCNU, ranting NU, hingga keluarga besar pesantren disebut terus menunjukkan semangat gotong royong untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Alhamdulillah kami melihat antusiasme yang luar biasa. Pengurus PCNU, MWCNU hingga ranting-ranting NU di Jombang siap menyambut para tamu dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga Nahdliyin dan masyarakat luas untuk terus memanjatkan doa agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan membawa keberkahan.
“Kami berharap para santri, warga NU, dan seluruh masyarakat terus bermunajat kepada Allah SWT agar Muktamar ke-35 NU ini benar-benar menjadi muktamar yang membawa keberkahan dan manfaat bagi Nahdlatul Ulama dan Indonesia,” tuturnya.
Selain kesiapan fisik lokasi, panitia pusat juga mulai menyusun berbagai materi yang akan dibahas dalam forum muktamar. KH Ahmad Said Asrori menjelaskan bahwa berbagai usulan dari pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga para pengasuh pesantren telah masuk dalam pembahasan panitia.
Sebagian materi telah dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri.
“Dari sisi substansi, SC sudah mulai mempersiapkan materi-materi muktamar. Usulan dari PWNU, PCNU, dan para kiai sudah masuk. Sebagian sudah dibahas dalam Munas dan Konbes di Ploso. Hal-hal yang belum selesai nanti akan dibahas lebih lanjut dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh, memastikan seluruh struktur panitia lokal telah terbentuk dan mulai bekerja. Panitia lokal melibatkan unsur guru, santri senior, alumni, keluarga besar pesantren, serta pengurus NU Kabupaten Jombang.
“Alhamdulillah panitia lokal sudah terbentuk seluruhnya. Unsurnya dari guru-guru, santri senior, alumni, keluarga besar Bahrul Ulum, dan juga unsur NU di Kabupaten Jombang. Bahkan sejak sekitar seminggu lalu mereka sudah mulai bekerja menyiapkan seluruh kebutuhan muktamar,” ujar Gus Rozak.
Menurutnya, sebagian besar pekerjaan infrastruktur telah selesai. Saat ini panitia hanya menyelesaikan tahap akhir berupa pengurukan lahan parkir dan area bazar yang berada di kawasan sawah timur.

“Kalau secara umum sudah selesai. Tinggal finishing pengurukan lahan parkir dan bazar yang berada di kawasan sawah timur sebagaimana yang sebelumnya sudah disurvei oleh tim PBNU,” katanya.
Gus Rozak memastikan fasilitas dasar yang akan digunakan peserta, termasuk sarana mandi, cuci, kakus (MCK), telah siap digunakan. Tim PBNU yang melakukan survei lapangan juga telah mengecek lokasi sidang, area pembukaan, dan berbagai titik kegiatan utama.
“Untuk kesiapan fasilitas kami bisa katakan sudah 100 persen. MCK sudah siap, lokasi pembukaan sudah disurvei, area-area kegiatan juga sudah dicek langsung oleh tim PBNU. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis terakhir,” pungkasnya. [suf]






