Kediri (beritajatim.com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan kampanye bareng di lokasi pengembangan tanaman hortikultura dengan pemanfaatan teknologi green house.
Kampanye ini berlokasi di kebun melon green house Desa Blabak, Kecamatan Kandat. Acara yang juga digelar PKS dalam rangka peringatan Hari Tani tersebut sarat dengan kegiatan seperti diskusi kondisi pertanian di Kabupaten Kediri. Kegiatan lain, masyarakat diajak panen melon yang ditanam di lahan seluas 1 hektare.
Mas Dhito menyebutkan dari sekian agenda kampanye yang dilakukan, acara bersama PKS dikemas dengan cara berbeda. PKS langsung menyentuh persoalan di lapangan, yakni terkait kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor pertanian.
Menurut Mas Dhito, sektor pertanian saat ini sudah bersaing dengan industri pengolahan. Hanya saja, persoalan yang terjadi jumlah petani muda yang usianya di bawah 35 tahun saat ini sangat minim. Prosentase petani muda hanya berkisar 8 persen.
“Itu menjadi konsentrasi kita. Mungkin 5 tahun ke depan bukan menjadi persoalan, tapi 10-20 tahun kita akan mengalami kekurangan petani dan PKS telah bersiap-siap dari sekarang,” kata Mas Dhito.
Mas Dhito menerangkan, Kabupaten Kediri telah melakukan pemetaan kawasan agropolitan. Salah satunya Ngawasondat (Ngancar, Wates, Plosoklaten, Kandat) untuk pengembangan tanaman hortikultura.
Lokasi kebun melon yang ditempati, imbuh Mas Dhito dari yang semula hanya bertanam di satu green house selama empat tahun telah berkembang 11 green house. Perkembangan yang cepat itu tak lepas dari hasil pertanian dengan cara green house dinilai lebih menguntungkan.
“Keuntungan lebih besar tanam hortikultura untuk hari ini. Selain itu memang kawasannya kita khususkan untuk tanaman hortikultura jadi sudah cocok dengan program yang kita jalankan,” ungkapnya.
Mas Dhito mengaku mendukung pertanian yang dikembangkan kelompok tani di wilayah itu dan siap memfasilitasi kebutuhan yang dibutuhkan. Model pertanian green house itu, menjadi salah satu alternatif pilihan yang diharapkan dapat menarik minat kalangan muda untuk mau bertani.
“Karena mengajak anak muda ke sawah itu tidak bisa langsung mengajak, harus ada stimulasinya. Mereka diajak pakai teknologi. Dengan green house diajak berbuat sesuatu yang profitable, biasanya anak muda itu mau,” tandasnya.
Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan menekankan, Mas Dhito di periode pertama telah membuktikan perhatiannya bagi para petani di Kabupaten Kediri. Pihaknya pun meyakini, pada periode kedua mendatang Mas Dhito mampu membawa kesejahteraan bagi para petani.
“Saya mengerti betul komitmen Mas Dhito untuk meningkatkan kesejahteraan petani Kabupaten Kediri,” tegasnya. [nm/aje]






