Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai intensif menggerakkan kegiatan susur desa sejak awal Januari hingga jelang pencoblosan 14 Februari 2024.
Kegiatan-kegiatan tak lagi dipusatkan di kawasan perkotaan, tapi desa. “Kami sudah berkonsentrasi bukan hanya dalam tataran diskusi, tapi langsung turun ke lapangan. Salah satunya adalah dengan susur desa. Tim-tim penggerak sudah turun ke desa-desa menyosialisasikan nama pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (Amin),” kata Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi, Selasa (2/1/2024).
Format susur desa ini melibatkan calon legislator, pengurus PKB, dan relawan. “Mereka dengan mengendarai kendaraan bermotor mendatangi desa-desa, menyapa warga, memasang alat peraga kampanye (APK) dan pamflet, serta bendera Anies-Muhaimin. Kalau bendera PKB sudah banyak,” kata Ayub.
Dalam kegiatan itu, PKB menangkal disinformasi dan persebaran kabar hoaks soal program-program kerja Anies-Muhaimin. “Sekarang sudah banyak program hoaks yang dibikin untuk menjatuhkan pasangan nomor urut 1. Contoh: BPJS gratis. Itu hoaks, karena di program asli tidak ada,” kata Ayub.
PKB juga menggelar ‘Dapur Amin’ untuk mendistrubiskan makanan kepada warga yang selesai menunaikan ibadah salat Jumat. “Ini sebenarnya teman-teman pengurus anak cabang dan anggota Fraksi PKB sudah rutin selama ini. Nanti tim akan turun di beberapa masjid di Jember di setiap daerah pemilihan masing-masing,” kata Ayub.
PKB Jember sudah mencanangkan tekad bahwa kemenangan PKB dalam pemilu legislatif harus berbanding lurus dengan kemenangan Anies dan Muhaimin dalam pilpres. “Kemenangan PKB dan kemenangan Amin ada dalam satu tarikan napas. Tak ada cerita hanya memikirkan PKB dan caleg. Kemenangan caleg juga harus jadi kemenangan Amin. Mesin politik harus bergerak,” kata Ayub.
Taktik berikutnya untuk memenangkan Anies dan Muhaimin adalah memperbanyak pemasangan atribut peraga kampanye bergambar duet tersebut bersama tokoh masyarakat lokal, terutama kiai. “Biar masyarakat tahu. Jadi kami bukan memasang tokoh nasional,” kata Ayub.
Menurut Ayub, para kiai ini memiliki massa cukup besar. “Kalau tidak ada APK yang menunjukkan dukungan terhadap Amin itu, orang tidak tahu. Sekarang di pelosok-pelosok desa bermunculan APK Anies-Muhaimin bersama ulama karismatik asal Situbondo, KH Cholil As’ad Syamsul Arifin. “Ternyata yang memasang adalah santri-santri beliau, bukan kami,” katanya.
Aksi sukarela masyarakat ini sangat membantu tim pemenangan Anies-Muhaimin yang tak punya cukup dana untuk memasang APK dalam jumlah besar. “Saya kewalahan, banyak masyarakat meminta APK Amin untuk dipasang. Alhamdulillah, kami dapat stok dari relawan dan beberapa pihak. Insyallah akan kami pasang serentak dalam acara susur desa,” kata Ayub.
PKB Jember akan menggelar rapat koordinasi terakhir besok. “Kemenangan Amin dan PKB adalah satu tarikan napas,” kata Ayub. [wir]






