Magetan (beritajatim.com) – Petugas gabungan yang melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Gunung Lawu yang berada di petak 51 dan 52 masuk kawasan RPH Bedagung Desa Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan, Sabtu (7/10/2023)
Total 10 unit alat semprot terpaksa digunakan untuk mencegah bara menjadi api ketika tertiup angin. Sehingga, bonggol kayu bisa terbasahi dan jika terkena angin, tak akn memunculkan api baru.
“Kami dibantu alat semprot dari Perhutani untuk membantu memadamkan api. Supaya bara yang tertiup angin tidak muncul api baru,” kata Edi Sulangkir, anggota Destana Ngiliran yang jadi relawan pemadaman api karhutla, Sabtu (7/10/2023).
BACA JUGA: Angin Kencang Api Membesar, Petugas di Ngawi Terpaksa Turun Padamkan Karhutla Gunung Lawu
Pria yang juga perangkat desa setempat itu menceritakan jika total 100 personel gabungan melakukan pemadaman dan memantau di jalur ilaran.
“Ya diperkirakan sudah hampir 1.000 hektar di beberapa desa ya. Di Ngiliran, Bedagung, Sukowidi, Tapak. Hutan campur semua,” katanya.
BACA JUGA: Asap Karhutla Gunung Lawu Dekati Wisata Kebun Teh Jamus Ngawi
Saat ini sejumlah petugas masih melakukan pemantauan di dekat lokasi kebakaran. Pun, asap masih membumbung tinggi di kawasan Petak 51. [fiq/beq]







