Surabaya (beritajatim.com) – Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Lamongan dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) baru-baru ini meluncurkan aplikasi Iwak Mart.
Ini merupakan hasil kolaborasi antara Prodi Diploma III Teknik Informatika dan Diploma III Teknologi Multimedia Broadcasting dengan Perangkat Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Peluncuran aplikasi ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Agustus 2024.
Kepala Desa Rejosari, Suparto, menyampaikan terima kasihnya kepada PENS atas kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di desanya. Menurutnya, masih banyak masalah di desa yang memerlukan perhatian dan solusi berbasis teknologi dari kampus.
“Kami berharap PENS terus melanjutkan program pengabdian masyarakat di desa kami. Banyak masalah yang membutuhkan solusi digital, dan ini memerlukan dukungan dari pemerintah setempat serta kampus,” ujar Suparto, ditulis Senin (2/9/2024).
Aplikasi Iwak Mart dirancang untuk meningkatkan daya jual hasil perikanan melalui Sistem Informasi Pemasaran Ikan. Suparto menilai bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat bagi warga Rejosari dan masyarakat sekitarnya.
Dosen Diploma III Teknik Informatika, Muh. Chafid menjelaskan bahwa permasalahan petani tambak di Lamongan cukup kompleks, mulai dari permodalan hingga pemasaran hasil tambak.
“Petani tambak di Lamongan biasanya menjual hasil panen mereka di pasar tradisional. Jika panen dilakukan bersamaan, sering terjadi limpahan hasil panen yang menyebabkan harga ikan turun,” kata Chafid.
Menurut Chafid, dengan adanya aplikasi Iwak Mart, petani dapat menjual hasil panennya langsung melalui platform ini, mengatasi masalah modal, dan mempermudah interaksi antara petani dengan pembeli, termasuk tengkulak dan pemilik gudang ikan. Aplikasi ini juga memungkinkan penjadwalan tebar dan panen ikan yang lebih efektif.
Peluncuran aplikasi diikuti dengan sosialisasi kepada masyarakat setempat di Balai Desa. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penggunaan website Sistem Informasi Pemasaran Ikan, baik untuk penjual maupun pembeli, serta memperbarui data para petani tambak di Desa Rejosari.
Acara ini juga melibatkan generasi muda, yang diharapkan dapat meneruskan sektor perikanan dengan memanfaatkan teknologi untuk penjualan ikan secara online.
Selain aplikasi Iwak Mart, PENS juga berkomitmen untuk membantu digitalisasi di daerah pedesaan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pembuatan website, video profil desa, dan produk publikasi lainnya melalui Prodi Diploma III Teknologi Multimedia Broadcasting.
“Beberapa revisi minor pada aplikasi Iwak Mart akan dilakukan sebelum diserahkan kepada aparat desa. Kami berusaha untuk segera menyelesaikannya dalam beberapa hari ke depan,” ujar Chafid.
Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan petani tambak di Desa Rejosari dapat lebih mudah dalam memasarkan hasil tangkapan mereka dan meningkatkan pendapatan mereka. [ipl/ian]






