Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto. Hal ini ditunjukkan dengan dimulainya Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Lila Keluarga (LIGA) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan (Nakes) dalam mengimplementasi pelayanan kesehatan primer di Puskesmas, Pustu maupun Posyandu.
ILP sendiri adalah sebuah upaya untuk menata dan mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup bagi perseorangan, keluarga dan masyarakat. ILP dilaksanakan sepanjang proses, mulai dari janin, lahir, remaja, dewasa, dan tua. Sedangkan LIGA merupakan salah satu bentuk deteksi dini yang mudah dilakukan di tingkat keluarga dengan cara pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) anak.
Nantinya, Lila di tingkat keluarga ini bisa mendeteksi potensi Wasting pada anak. Wasting adalah bentuk kekurangan gizi akut yang sangat berbahaya, karena memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang pada pertumbuhan anak. Anak yang mengalami wasting memiliki risiko 3 kali lebih tinggi untuk menjadi stunting. Kick Off ILP dan LIGA digelar di salah satu hotel di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam arahannya mengatakan bahwa Kick Off ILP dan Liga ini merupakan bentuk nyata Pemkab Mojokerto dalam memperhatikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah haruslah bersifat holistik atau menyeluruh dan paripurna.
“Ini adalah satu langkah kedepan bagaimana kita mengupayakan kesehatan yang holistik dan paripurna untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto. Kedepannya implementasian ILP dan Liga ini juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti di kecamatan yang melalui Puskesmas dan bahkan dukungan dari para Kepala Desa untuk memonitoring para Kader ILP yang terjun langsung di masyarakat,” ungkapnya.
Bupati dengan latar belakang dokter itu juga menyatakan keseriusannya bersama para jajarannya terkait penerapan ILP dan Liga ini. Upaya pelayanan yang akan diusahakan secara paripurna ini, nantinya ditujukan demi menyongsong Program Indonesia Emas 2045. Menurutnya demi menuju Indonesia Emas, maka kesehatan dari tiap Sumber Daya Manusia (SDM) harus terjamin karena bisa mempengaruhi kualitas manusia sebagai SDM di masa depan.
“Tentu kita akan pikirkan bersama bagaimana integrasi ini bisa berjalan dengan baik, butuh dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya dari Pemkab Mojokerto, tetapi juga di tingkat Kecamatan yaitu Puskesmas maupun di tingkat desa. Indonesia emas 2045 butuh SDM yang sehat berkualitas, sehingga persiapan kesehatannya harus kita mulai sedini mungkin dan dimonitoring hingga usia lansia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr. Ulum Rokhmat dalam laporannya mengatakan, penguatan pelayanan kesehatan primer sangat penting dilakukan karena fakta yang ada untuk capaian standar minimal bidang kesehatan di Indonesia masih belum tercapai maksimal dengan target 100 persen dan berdasarkan hal tersebut pemerintah melakukan transformasi pelayanan kesehatan primer dengan menerapkan melalui integrasi pelayanan kesehatan primer yang saat ini sedang dimulai.
“Proses penerapan ILP di Kabupaten Mojokerto telah dimulai sejak Juli tahun lalu dan terus berkembang hingga sekarang. Setelah adanya pelatihan advokasi tentang ILP, yang kemudian Puskesmas Puri ditunjuk sebagai pilot project ILP Percontohan,” jelasnya.
Pada Kick Off tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama tentang ILP dan LIGA Kabupaten Mojokerto yang melibatkan jajaran Pemkab Mojokerto dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para stakeholder terkait dengan pelayanan kesehatan. Acara ini diikuti oleh para Kader ILP, seluruh perwakilan dari tiap Puskesmas di masing-masing wilayah kecamatan. [tin/kun]






