Malang (beritajatim.com)- Pada hari minggu, 1 Februari 2026 bertempat di lapangan MINU (Madrasah Ibtidaiyah NU) Bululawang Kabupaten Malang, Lembaga Seni Pernafasan Satria Nusantara (LSPSN) Jawa Timur melakukan kegiatan Pemantapan hasil standarisasi Pelatih Daerah Periode 1 dan periode 2.
Tujuan kegiatan secara umum adalah meningkatkan kualitas pelatih daerah, pendalaman hasil standarisasi serta penyamaan persepsi pelatih daerah yang telah mendapatkan sertifikasi melalui pelatihan di Jogjakarta Periode 1 (17 – 20 April 2025) dan Periode 2 (28 – 31 Agustus 2025). Pelatih daerah yang telah terstandarisasi Lembaga Seni Pernafasan Satria Nusantara periode 1 dan periode 2 sejumlah 18 pelatih daerah yang tersebar di Kabupaten/kota Surabaya, Malang, Jember, Pacitan, dan Jombang.
Pembinaan dilakukan oleh pelatih utama Satria Nusantara, bapak Dwi Bono sebagai Pembina Wilayah Jawa Timur. Kegiatan dihadiri oleh 3 (tiga) orang pelatih pusat yaitu Wiwit Wijayanto, Mustofa dan Abdul Rifai.
Pada sambutannya, ketua LSP Satria Nusantara Jawa Timur, Sugiman, berpesan bahwa pelatih daerah merupakan ujung tombak penyebaran ilmu pernafasan untuk kebugaran dan Kesehatan, sehingga diharapkan menjadi role model bagi anggota di daerah.
Ketua Panitia Kegiatan yang juga merupakan ketua LSP Satria Nusantara Kabupaten Malang, Didik Setyo Darmo menyebutkan dalam laporannya bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif para pelatih daerah yang sudah terstandarisasi untuk rutin mengadakan sharing kegiatan kepelatihan di daerah masing-masing dan juga sebagai evaluasi pelatih utama terhadap kegiatan kepelatihan yang dilakukan.
Kegiatan diawali dengan Latihan Bersama untuk evaluasi 10 (sepuluh) jurus dasar yang merupakan hal pokok yang harus disampaikan kepada anggota, evaluasi dan informasi terkait manfaat kuda-kuda, nafas diafragma perut dengan abdominal pressing.
Kegiatan evaluasi jurus dilanjutkan dengan diskusi keilmuan kepelatihan Satria Nusantara dan Teknik penghusadaan (pengobatan) pasif dan aktif. Kegiatan pemantapan hasil standarisasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelatih daerah untuk berkontribusi bagi peningkatan Kesehatan dan kebugaran masyarakat melalui semboyan Sembuh Sehat Saudara.
[Luh Putu Suciati]






