Surabaya (beritajatim.com) – Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga, Gigih Prihantono menyebut Pilgub Jatim 2024 akan menjadi penentu perubahan ekonomi yang saat ini berada di posisi lesu.
Gigih menyoal kondisi ekonomi sekarang ini, kata dia sedang terjadi penyusutan lapangan kerja dan gelombang PHK masal, yang sedang menghantui Jawa saat ini.
“Paslon harus melihat isu – isu penting utamanya terkait ketenagakerjaan. Bagaimana mereka bisa mendorong peningkatan atau penciptaan lapangan kerja. Jadi program-program yang bisa meningkatkan lapangan kerja Jatim baik provinsi maupun di kabupaten kota ini diperlukan,” ungkap Gigih, Senin (8/10).
Gigih mengungkapkan, meskipun masing-masing pasangan calon gubernur Jatim memiliki visi misi khusus di sektor ekonomi. Dia menilai bahwa ada beberapa isu penting bidang ekonomi, yang wajib disorot.
“Pilkada Pilgub menjadi penentu dan berdampak bagi sektor ekonomi. Siapa yang nantinya terpilih menjadi pemimpin, dan kebijakannya seperti apa, itu yang ditunggu masyarakat,” papar dosen Unair itu.
Isu – isu yang tidak boleh terlewat yakni berkaitan dengan konektivitas masyarakat dengan lapangan kerja. Ketersediaan transportasi umum dengan harga terjangkau juga harus diperhatikan, untuk mendorong aktivitas peningkatan ekonomi.
“Trans Jatim itu program bagus bisa ditingkatkan dan diperbaiki agar terwujud intermoda. Misalnya Trans Jatim disupport dengan transportasi umum lain, feeder, atau pun commuter. Sehingga masyarakat Jatim bisa kerja di mana pun dengan biaya transportasi yang terjangkau,” terang Gigih.
Apalagi, lanjut Gigih, koneitivitas mempengaruhi arus distribusinya barang. Yang kemudian dapat mempengaruhi harga – harga komoditas di pasar.
“Konektivitas juga mempengaruhi harga barang. Kalau akses jalan kita bagus, lebih lancar, sudah pasti ‘cost’ transportasi akan turun. Sebab ‘cost’ transportasi, 25 persen dari total semua ongkos produksi,” ucapnya.
Dari situ, Gigih menegaskan para calon pemimpin Pilgub Jatim tanggap terhadap isu ekonomi. Dan apabila itu dapat ditangani oleh gubernur terpilih, maka otomatis akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat di Jatim.
“Maka kebijakan-kebijakan dalam sektor ekonomi harus konkret agar kesejahteraan masyarakat bisa lebih meningkat,” pungkas dia. [ram/ian]






