Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur memuji pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dilakukan pemerintah daerah setempat, sehingga bisa bangkit dari keterpurukan pasca pandemi Covid.
“Salah satu sektor yang terdampak keras Pandemi Covid-19 adalah sektor UMKM. Kami mengapresiasi beberapa agenda Kabupaten Jember tahun ini yang telah memberikan banyak peluang bagi para pegiat UMKM, terutama para pedagang makanan dan minuman, untuk bangkit dan hidup kembali,” kata Ketua Fraksi Nasdem David Handoko.
Namun, David mengingatkan, usaha itu tak boleh berhenti. “Pemberdayaan UMKM, pembinaan, penyertaan modal serta pengawasan perlu terus ditingkatkan untuk mencapai target yang diinginkan,” kata David.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, pihaknya mengalokasikan anggaran belanja sebesar Rp 9,62 miliar pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dalam Perubahan APBD 2023.
Pemkab Jember telah melakukan bimbingan teknis dan pelatihan vokasional kepada UMKM untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang usaha, branding produk, pengemasan, digital marketing.
“Diberikan pembinaan kepada pelaku usaha mikro pemula dan fasilitasi perizinan. Di bidang penyertaan modal, UMKM melalui perbankan Himbara (Himpunan Bank Negara) difasilitasi untuk mengakses permodalan. Di bidang Pengawasan antara lain secara masif melakukan pengawasan terhadap perizinan, kualitas produk atau kurasi produk dan masa expired produk,” kata Hendy, dalam sidang paripurna Perubahan APBD 2023, di DPRD Jember, Selasa (26/9/2023) malam.
“Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro menggarap semua sektor UMKM yang ada melalui fasilitasi peningkatan produk yang dihasilkan oleh UMKM dari 3 K, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas,” kata Hendy. Dengan demikian UMKM diharapkan berdaya saing tinggi dalam pemasaran produk.
Pemkab Jember mendampingi proses perizinan dan legalitas usaha yang harus dimiliki oleh UMKM secara langsung di kelurahan dan kecamatan. “Kegiatan lain yang sudah dilakukan adalah digital marketing dan fasilitasi pemasaran produk melalui berbagai event lokal di Kabupaten Jember, regional, dan nasional,” kata Hendy.
Menurut Hendy, Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan sarana promosi dan pemasaran produk-produk UMKM Jember agar lebih dikenal luas oleh publik, serta meningkatkan omset penjualan dari pelaku usaha. Dinas Koperasi juga memfasilitasi peningkatan kualitas produk melalui berbagai macam pelatihan untuk diversifikasi produk.
Ada Pelatihan vokasional pembuatan makanan dan minuman dengan inovasi seperti pelatihan pancake durian, pengolahan minuman dari bunga mawar, dan pengolahan cabe menjadi sambal kemasan agar tidak terbuang saat panen raya. [wir]






