Jember (beritajatim.com) – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, berharap tak ada lagi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Mereka mendukung Bupati Jember, Hendy Siswanto, untuk menggencarkan lagi program vaksinasi Covid-19 sebagai respons terhadap pertambahan kasus saat ini.
Ketua HPI Jember, Hasti Utami mengatakan, sektor pariwisata sedang menggeliat. Apalagi, saat ini adalah saat jelang puncak liburan akhir tahun.
“Sekarang sedang high season ini. Perusahaan penerbangan banyak yang menawarkan promo menarik, tour overland ramai,” katanya, Sabtu (12/11/2022).
“Organisasi pariwisata juga banyak yang melaksanakan promo seperti travelmart. Stakeholders pariwisata juga banyak menggelar event promosi. Event-event seni budaya juga sedang ramai. Ini artinya perekonomian sedang dinamis sekali. Sayang kalau ada PPKM lagi. Apalagi rata-rata masyarakat sudah vaksin,” kata Hasti.
PPKM juga bisa mematikan bisnis pariwisata. “Pelaku wisata trauma dengan PPKM. Terbayang jadi pengangguran seperti dulu lagi,” kata alumnus Universitas Jember ini.
Tercatat hingga 11 November 2022 lalu ada 29 kasus aktif dan 8 kasus sembuh baru di Jember. Sementara jumlah total kasus terkonfirmasi sejak 2020 adalah 21.963 kasus, dengan 20.447 kasus di antaranya sembuh.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
Menurut Hendy, tidak semua kasus Covid yang tercatat di Dinas Kesehatan Jember terjadi di Jember. Sebagian adalah warga Jember yang terkena Covid di daerah lain. Data Dinkes menyatakan, pada 11 November 2022, ada 9 kasus baru, 5 kasus di antaranya adalah warga Jember di luar daerah.
Pemerintah Kabupaten Jember akan kembali menyosialisasikan vaksinasi melalui puskesmas dan membuka gerai-gerai khusus vaksinasi di tempat-tempat umum.
“Vaksinnya sudah mulai mengantre lagi. Vaksin merah putih juga akan kami terapkan,” kata Hendy.
Hendy juga meminta warga memakai masker. “Kami sarankan teman-teman memakai masker semua, terutama yang sakit batuk, flu, wajib,” katanya.
Hasti sepakat dengan Bupati Hendy untuk memperkuat protokol kesehatan. “Protokol kesehatan lebih dipatuhi lagi. Minimal memakai masker. Aturan untuk transportasi sudah berjalan bagus. Penumpang pesawat dan kereta hanya diperbolehkan untuk yang sudah vaksin. Gencarkan lagi pemberian vaksinnya, karena beberapa waktu terakhir kan stok vaksin kosong, terutama booster,” katanya. [wir]






