Bondowoso (beritajatim.com) – Video yang memperlihatkan dugaan pembuangan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 4 Bondowoso viral di media sosial.
Namun, pihak sekolah menegaskan narasi yang berkembang dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Video itu diduga direkam oleh seorang pengemudi mobil dinas Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang memarkir kendaraannya di halaman MTsN 4 Bondowoso, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, saat berlangsung kunjungan kerja Wakil Menteri ke Gapoktan Al-Barokah, Senin (20/7/2026) lalu.
Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah siswa menuangkan sisa makanan MBG dari ompreng ke sebuah gerobak. Di dalam gerobak juga tampak kotak makanan berisi sisa nasi dan lauk. Perekam kemudian memberikan komentar dalam bahasa Madura yang mempertanyakan kualitas makanan program MBG.
Pihak sekolah menyebut sejak awal telah mengingatkan perekam agar tidak mengambil video karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah maupun persepsi negatif terhadap sekolah. Namun, rekaman tersebut diduga tetap disebarluaskan hingga akhirnya viral di berbagai platform media sosial.
Menanggapi video tersebut, Kepala SPPG Tumpeng, Amelia Putri, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
“Kami akan menelusuri ulang apa penyebabnya,” kata Amelia saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Menurut Amelia, penelusuran dilakukan agar seluruh informasi yang berkembang dapat dipastikan berdasarkan fakta sebelum diambil kesimpulan.
Sementara itu, Kepala MTsN 4 Bondowoso, Dra. Qurniatul Fathiyah, menyampaikan klarifikasi bahwa video yang beredar tidak menampilkan kronologi kejadian secara utuh.
Ia mengaku menyayangkan narasi dan framing yang dibangun dalam video tersebut karena dinilai membentuk opini negatif seolah-olah sekolah menolak Program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan program nasional Presiden RI Prabowo Subianto.
Qurniatul menjelaskan, pada hari kejadian arus lalu lintas menuju sekolah mengalami kepadatan bahkan sempat ditutup karena adanya kunjungan kerja Wakil Menteri di Desa Lombok Kulon. Halaman sekolah juga digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan tamu sehingga distribusi makanan MBG mengalami keterlambatan.
Menurutnya, pihak SPPG Tumpeng telah menghubungi sekolah melalui pesan WhatsApp untuk menginformasikan keterlambatan pengiriman makanan akibat kemacetan dan penutupan akses jalan.
Akibat keterlambatan tersebut, sebagian siswa lebih dahulu membeli makanan di koperasi sekolah. Saat paket MBG tiba, sebagian siswa sudah dalam kondisi kenyang sehingga makanan yang dikonsumsi tidak habis.
“Ketika MBG datang, kemungkinan sebagian anak-anak sudah kenyang sehingga makanan yang dikonsumsi hanya sebagian dan tidak sampai habis,” ujar Qurniatul, Rabu (22/7/2026).
Ia menegaskan sisa makanan itu tidak dibuang sia-sia sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, sisa makanan dikumpulkan oleh pihak sekolah, kemudian dibawa pulang oleh beberapa guru yang memiliki ternak ayam untuk dimanfaatkan sebagai pakan.
“Kami tegaskan, kalau disebut murid-murid kami sengaja membuang MBG, itu tidak benar,” tegasnya.
Qurniatul menambahkan, MTsN 4 Bondowoso justru menjadi salah satu sekolah yang sangat membutuhkan program MBG. Ia mengungkapkan, pada upacara bendera setiap hari Senin masih ada siswa yang pingsan karena berangkat ke sekolah tanpa sempat sarapan.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa Program Makan Bergizi Gratis sangat membantu pemenuhan gizi peserta didik, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Karena itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pelaksanaan program tersebut dan berharap MBG dapat terus berlanjut.
Di akhir keterangannya, Qurniatul mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial tanpa mengetahui kronologi secara utuh.
“Jangan sampai potongan video yang tidak utuh justru menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak sekolah maupun Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini sangat bermanfaat bagi anak-anak,” pungkasnya. (awi/ted)





