Jember (beritajatim.com) – Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Bayu Pratama Gubunagi meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak melaporkan perusakan pagar kantor itu oleh massa Aliansi Masyarakat Pemilu Peduli Jurdil, Rabu (13/11/2024).
Massa datang untuk memprotes dugaan ketidaknetralan jajaran pengawas tingkat kecamatan. Pagar roboh setelah massa memaksakan diri masuk le halaman kantor Bawaslu Jember. “Mohon izin Bapak Polisi, mohon izin Bapak Polisi,” teriak salah satu pendemo memberi komando. Tak buruh waktu lama, pagar pun roboh.
Ini kali ketiga pagar gerbang institusi pemerintah roboh dalam aksi unjuk rasa pada saat Bayu menjadi Kapolres Jember. Sebelumnya, pagar DPRD Jember dan Pendapa Wahyawibawagraha juga pernah dirobohkan oleh massa.
Melihat itu, Bayu mengingatkan para demonstran. “Ada perbuatan hukum yang teman-teman lakukan. Tolong ini jangan diulangi,” katanya.
“Kami meminta keridoan Pak Ketua untuk tak usah dipermasalahkan. Kalau perlu diperbaiki, kita perbaiki bersama. Ini mungkin akibat ekses dari sikap atau respons yang kurang tepat,” kata Bayu kepada Ketua Bawaslu Jember Sanda Aditya yang berdiri di sampingnya.
“Tapi sekali lagi saya ingatkan, tidak boleh diulangi. Apapun masalah, apapun persoalan, jangan pernah merusak, jangan pernah melanggar hukum,” kata Bayu.
Tak hanya berjanji memperbaiki pagar, Bayu juga meminta demonstran ikut mengawal janji penanganan dugaan ketidaknetralan aparat pengawas dan penyelenggara pilkada. “Kita semua punya tanggung jawab yang sama termasuk kami Polri. Pastikan ini dikawal dengan baik. Pastikan ini ada sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran,” katanya.
Usai aksi unjuk rasa, Sanda sempat berpikir untuk memperbaiki pagar kantor Bawaslu Jember dengan anggaran lembaga itu sendiri. Kebetulan, kantor Bawaslu berstatus pinjam pakai aset milik Pemkab Jember.
Namun ternyata, malam ini, ada beberapa tukang datang ke kantor Bawaslu Jember untuk memperbaiki pagar tersebut. “Ini tadi Polres mendatangkan tukang,” kata Sanda. [wir]







4 Komentar
kpu itu seharusnya harus nitral
kpu jadi wasit di pilkada bukan jadi pemain
biyar demokrasi gak rusak
Peringatan dan setelah itu beri sikap tegas.
Ini berlakukan tdk hanya masalah pemilu saja, pastikan setiap demo tdk ada pengrusakan.
Sepanjang tdk menyalahi aturan monggo saling interaksi.
Demo tdk akan terjadi bila tdk ada dipermasalahkan. Tidak ada asap jika tanpa api.
Peringatan dan setelah itu beri sikap tegas.
Ini berlakukan tdk hanya masalah pemilu saja, pastikan setiap demo tdk ada pengrusakan.
Sepanjang tdk menyalahi aturan monggo saling interaksi.
Demo tdk akan terjadi bila tdk ada dipermasalahkan. Tidak ada asap jika tanpa api.
Tidak berasap jika tidak ada api, demo terjadi krn aspirasi tdk tersampaikan harap kedepan saling interaksi.
Kepada bpk Kapolres saya berharap setelah ini kedepan untuk tetap tegas bagi para perusak. Karena tdk hanya ini saja, kedepan bakal ada demo2 yg lain. Hemmm, pekerjaan dalmas