Pasuruan (beritajatim.com) – Kegiatan halal bihalal yang digelar oleh keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Acara yang berlangsung pada Sabtu pagi tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat yang antusias mendengarkan arahan mengenai masa depan daerah.
Pemerintah daerah berharap organisasi keagamaan dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial serta memajukan kesejahteraan umat di tingkat lokal. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama dalam sektor pembangunan karakter bangsa.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyampaikan permohonan maaf secara mendalam kepada seluruh jamaah sebagai bagian dari tradisi saling memaafkan di bulan Syawal. “Saya secara pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyampaikan mohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan selama ini,” ujarnya dengan tulus.
Visi pembangunan ke depan tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, melainkan juga pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat di akar rumput. Anak muda didorong untuk lebih kreatif dalam menciptakan peluang usaha baru agar organisasi memiliki sokongan finansial yang lebih mandiri.
Semangat gotong royong antarorganisasi Islam juga menjadi sorotan agar perbedaan pandangan tidak berujung pada perpecahan yang merugikan. Keunikan pluralisme di Indonesia harus dipandang sebagai aset berharga yang memperkaya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Rusdi Sutejo mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpancing oleh upaya adu domba yang dapat merusak tatanan persatuan yang telah dibangun. “Muslim di Indonesia ini unik dan plural, yang terpenting jangan sampai kita mudah diadu domba oleh pihak luar,” tegas pria yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut.
Di sisi lain, pemerintah daerah mengakui adanya tantangan berat terkait pemotongan dana transfer dari pusat yang mencapai ratusan miliar rupiah. Efisiensi anggaran ini memaksa daerah untuk melakukan skala prioritas dalam setiap program kerja tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat luas.
Ketahanan fiskal daerah kini terus diupayakan melalui optimalisasi pendapatan asli daerah agar dukungan terhadap organisasi masyarakat tetap bisa berjalan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan elemen sipil, Kabupaten Pasuruan optimis mampu melewati masa sulit ini menuju kemajuan yang lebih merata. [ada/aje]






