Jakarta (beritajatim.com) – Kemacetan parah hingga belasan kilometer terjadi di sepanjang jalur Pantura Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang.
Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, antrean kendaraan yang mengular hingga belasan kilometer bukan hanya mengganggu mobilitas warga, tapi juga berdampak pada ekonomi lokal, distribusi logistik, dan pariwisata.
“Macet seperti ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Ini bukan sekadar masalah teknis penyeberangan, tapi sudah menjadi persoalan nasional karena menyangkut konektivitas Jawa-Bali,” tegas Legislator asal Banyuwangi ini.
Dia mendorong, pemerintah pusat, melalui Kementerian Perhubungan dan ASDP, segera turun tangan dan berdialog dengan pemda serta pihak terkait untuk merumuskan solusi permanen. “Jangan tunggu warga marah. Negara harus hadir dengan cepat dan tepat,” ujar Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa ini.
Dia pun mendesak Kementerian Perhubungan untuk segera mengambil langkah konkret guna mengurai kemacetan yang terjadi, terutama dengan mencari solusi jangka pendek atas terganggunya operasional kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Nduk Nik, sapaan akrabnya, juga mengingatkan bahwa penanganan penyeberangan tidak bisa dilakukan secara reaktif. Perlu perencanaan sistemik dan investasi berkelanjutan agar jalur penting ini tidak menjadi langganan kemacetan setiap musim libur maupun saat terjadi gangguan operasional.
“Memperbaiki kapal yang rusak tentu penting, tapi jauh lebih baik bila Kemenhub mencarikan kapal pengganti agar penyeberangan bisa kembali normal tanpa menunggu terlalu lama,” ujarnya. [kun]






