Surabaya (beritajatim.com) – Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XI 2024 di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi dibuka oleh Dirjen Diktiristek Abdul Haris, Selasa (8/10/2024) malam.
Konaspi kali ini mengangkat tema ‘SDM Unggul untuk Mewujudkan Indonesia EMAS 2045’. Dalam kesempatan ini Haris mengatakan bahwa SDM menjadi kunci pembangunan suatu negara.
Menururnya, perluasan akses, pemerataan kualitas, dan penguatan relevansi pendidikan tinggi berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Menurut laporan World Economic Forum, kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing global suatu negara,” ungkap Haris.
The Global Competitiveness Report menunjukkan bahwa negara dengan akses pendidikan tinggi yang lebih baik, memiliki kemampuan dalam menciptakan inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Setiap peningkatan populasi berpendidikan tinggi akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi kemiskinan di suatu negara,” jelasnya.
Dia berharap Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTKNI) melalui Konaspi ke-11 ini terus konsisten menjadi mitra pemerintah dalam memberikan rekomendasi strategis percepatan pembangunan nasional.
Tak hanya itu, kemudian juga terkait pengembangan LPTK di Indonesia, serta dapat mengimplementasikan transformasi pendidikan tinggi dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pihaknya menanti ide dan gagasan akan perbaikan yang akan dihasilkan dari kegiatan tiga hari ke depan sebagai langkah konkrit untuk membangun sistem pendidikan nasional yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing.
“Semoga rekomendasi yang dihasilkan dalam forum ini menjadi pijakan strategi bagi terwujudnya Indonesia EMAS 2045 melalui penguatan kualitas pendidikan dan SDM unggul di seluruh penjuru negeri,” tutupnya.
Sementara itu, Rektor Unesa Prof Nurhasan mengatakan bahwa forum ini merupakan wahana akademik LPTK untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi pembangunan SDM unggul melalui pendidikan.
Agenda ini membahas dan mengkaji tantangan dan peluang transformasi pendidikan era digital, dan merumuskan poin strategis untuk mengembangkan LPTKNI (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Nasional Indonesia) yang kontributif bagi pembangunan nasional.
Selain itu, juga membahas revitalisasi LPTK, baik dari aspek kelembagaan, tata kelola, standarisasi, kurikulum, pendidikan inklusif, dan kesetaraan akses. Penguatan profesionalisme guru abad ke-21 juga tak luput dari bahasan.
“Adapun tujuannya untuk merumuskan dan melahirkan rekomendasi strategis mendorong percepatan pembangunan pendidikan nasional menuju Indonesia EMAS (Era Masyarakat Adil Sejahtera),” katanya. [ipl/beq]






