Surabaya (beritajatim.com) – Rasio guru besar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) masih berada di bawah kebutuhan ideal. Dari sekitar 1.700 dosen aktif, jumlah guru besar tercatat 151 orang atau sekitar 8–9 persen, sehingga Unesa masih kekurangan sedikitnya 20 guru besar untuk mencapai proporsi minimal.
Rektor Unesa Nurhasan mengatakan rasio tersebut belum mencerminkan kebutuhan perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Secara ideal, jumlah guru besar berada pada kisaran 10–15 persen dari total dosen aktif.
“Menurut saya masih kurang dan perlu kita tingkatkan,” kata Nurhasan, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, komposisi guru besar turut dipengaruhi rekrutmen dosen baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Unesa merekrut sekitar 500 dosen muda untuk memenuhi kebutuhan kelembagaan sebagai PTNBH, sehingga rasio jabatan akademik mengalami penyesuaian.
“Mestinya sudah masuk 10–15 persen, tetapi karena kita merekrut dosen baru, kita harus lebih fokus meningkatkan itu agar tersusun bagus, berkualitas, dan semuanya by design,” ujarnya.
Nurhasan menegaskan, dosen muda tidak dapat langsung mencapai jabatan profesor dalam waktu singkat, meski telah bergelar doktor. Pembinaan dilakukan bertahap melalui tridharma perguruan tinggi.
Pada akhir 2025 ini, Unesa kembali mengukuhkan 11 guru besar dalam Rapat Terbuka Senat Akademik di Graha Sawunggaling (29/12). Penambahan tersebut menjadi bagian dari penguatan SDM akademik sekaligus upaya meningkatkan kapasitas riset universitas.
“Tahun depan target kita 30 sampai 40 guru besar,” kata Nurhasan.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Unesa menyiapkan anggaran penelitian sekitar Rp50 miliar, di luar anggaran akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Kampus juga menyiapkan skema pendampingan dan percepatan riset bagi dosen yang diproyeksikan menuju jabatan guru besar.
Arah riset difokuskan pada pengembangan model pembelajaran, agenda Asta Cita Presiden Prabowo, target SDGs dalam pemeringkatan internasional, serta program rencana strategis kementerian. Unesa juga mempertahankan keunggulan riset di bidang seni, olahraga, dan disabilitas.
“Harapannya, guru besar bisa menjadi mentor bagi dosen-dosen muda dan mahasiswa, agar capaian akademik itu menular,” ujarnya.
Dengan jumlah dosen sekitar 1.700 orang, Unesa membutuhkan sedikitnya 170 guru besar untuk mencapai rasio ideal. Saat ini, sekitar 10 dosen tercatat masih menunggu proses pengukuhan. [ipl/but]






