Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) melalui Korbid Pengembangan Ekonomi Umat menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) NU se-Jatim, Sabtu (25/5/2024).
Pertemuan ini diadakan sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi antar BMT di seluruh Jatim. Rakor kali ini menghadirkan narasumber dari Bank UMKM Jatim dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
“BMTNU memiliki 70 kantor cabang di seluruh Jatim. Selain itu, PWNU Jatim telah berhasil mengakuisisi BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) yang menunjukkan progres positif dengan keuntungan terus meningkat,” ujar Ketua Asosiasi BMTNU Jatim Ir Moh Amin Mujib.
Amin mengatakan, rakor ini untuk memberikan solusi bagi pengembangan ekonomi umat di Jatim. Di antaranya, mengatasi besarnya minat masyarakat khususnya warga nahdliyin terhadap pembiayaan syariah yang dikelola oleh BMT di berbagai kota dan meningkatkan kompetensi serta melengkapi sertifikasi yang diperlukan.
Ketua BMT NU Jombang sekaligus Dirut BPRS UB Khoirul Anam SAg mengungkapkan, BMT ini beroperasi sebagai koperasi yang berada di bawah pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM, bukan berbasis saham.
“Sejak berdiri tahun 2013 dengan modal awal Rp 5,2 juta, kini BMTNU Jombang telah mengelola dana sebesar Rp 150 miliar rupiah. Di Jombang, anggota BMTNU mencapai 3.500 Nahdliyin, hampir 50 persen dari total penduduk Jombang,” ungkapnya.
Ia juga mengaku, BMTNU Jombang telah berhasil mengembangkan produk-produk menarik seperti tabungan qurban dan hadiah kendaraan bermotor untuk anggota setia. Hal ini menunjukkan potensi besar BMT sebagai solusi ekonomi bagi masyarakat Nahdliyin.
“Produk menariknya, Rp 100 juta ditabung empat tahun, dapat Honda Beat di depan. Ada juga tabungan qurban, empat tahun dapat Mobil Veloz. Ratusan motor sudah dibagikan oleh BMTNU di wilayah Jatim,” katanya.
Sementara Plt Dirut Bank UMKM Jatim Irwan Eka Wijaya menyatakan jika pihaknya menyambut baik sinergi dengan BMTNU. Kerjasama ini diharapkan mampu memperkuat posisi masing-masing di pasar.
“Sinergi ini meliputi pemanfaatan layanan kantor, di mana 70 kantor BMTNU dan 266 kantor Bank UMKM dapat saling mendukung dalam transaksi dan pemasaran produk,” tutur Irwan.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tercipta cross selling yang menguntungkan dan meningkatkan daya saing masing-masing pihak. “Ke depan, kedua institusi akan saling menguatkan untuk memperbesar aset dan tumbuh berdampingan,” tambahnya.

Di kesempatan sama, Wakil Ketua PWNU Jatim DR Ma’ruf Syah menyebut jika rakor ini menunjukkan komitmen kuat BMTNU untuk terus berkolaborasi demi kemajuan ekonomi umat di Jatim.
“Saat ini momen PPDB. Biasanya butuh biaya sekolah. Untuk warga Nahdliyin, kalau kesulitan bisa datang ke BMT. Jadi, apa yang menjadi kebutuhan warga Nahdliyin dan mendesak itu, solusinya ada di BMT,” tandasnya.
Sebagai catatan saja, edukasi dan literasi keuangan masih menjadi tantangan utama. BMTNU berupaya meningkatkan pemahaman anggota melalui jamiyah. Diharapkan, rakor ini dapat memberikan evaluasi kinerja yang positif dan menjadi tradisi yang terus berlanjut. [ipl/kun]






