Jakarta (beritajatim.com) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengaku prihatin dengan tewasnya santri sekaligus siswa MTs di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Santri tersebut tewas diduga akibat terkena lemparan kayu dari gurunya.
“Menyampaikan keprihatinan dengan kejadian tersebut, dan menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya santri saat proses belajar mengajar,” ujar Bamsoet, sapaan Bambang, Senin (30/92024).
Dia pun meminta kasus ini harus ditangani secara hati-hati, dan meminta pihak Kepolisian dalam mengusut kasus ini terutama terhadap penyebab meninggalnya santri tersebut secara transparan, sehingga masyarakat dapat menerima hasil penyidikan dan penyelidikan polisi.
“Saya juga meminta aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara profesional, agar pihak yang bersalah dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Pada saat bersamaan, Bamsoet juga mendorong kepada pengurus yayasan pondok pesantren, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan dalam lembaga pendidikan, khususnya terkait pembinaan dan perilaku pendamping santri.
Bamsoet melanjutkan, pemerintah dan pihak-pihak terkait, agar dalam upaya penanganan permasalahan di madrasah dan pesantren dilakukan dengan pendekatan persuasif tanpa kekerasan. Dia berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal, tidak dapat dibenarkan di lingkungan pendidikan.
“Lembaga pendidikan khususnya di madrasah dan pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para santri untuk belajar dan berkembang,” ujar Bamsoet. [hen/ian]






