Malang (beritajatim.com) – Terjun di bidang usaha yang unik memiliki tantangan tersendiri. Kardina Annur, CEO sekaligus founder Helloilmare merasa, dunia reparasi furnitur masuk dalam kategori bisnis dengan resiko tinggi. Hal ini karena tergantung pada perbedaan bahan dan tingkat kerusakannya.
“Jadi tahun 2009 itu aku mulai custom furnitur dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, yang paling populer adalah reparasi sofa. Aku melihat itu strength aku dan aku punya resource-nya,” ucap Kardina.
Menurut Kardina, tim Helloilmare merupakan sumber daya yang tidak bisa dinilai.
“People are my resource. Menurutku, tim adalah aset. Aku percaya karyawan adalah investasi bagi bisnis,” lanjutnya.
Sebagai seorang entrepreneur, ia harus berhadapan dengan berbagai macam mitra Helloilmare. Yakni, menyeleksi tukang sofa yang kompeten, dengan rekrutmen yang dilakukan secara daring.
“Karakter dari mitra tukang pasti bermacam-macam. Kedua, proses restorasi itu tidak mudah. Kalau misalnya aku jual sofa, mengalami kerusakan, tinggal kirim yang baru. Tapi kalau perbaikan tidak seperti itu. Bisa dibilang ini high-risk business. Kalau tidak berhasil kan artinya kita merusak barang orang,” terang Kardina.
Melihat situasi bisnisnya yang beresiko tinggi, tidak menjadi alasan Kardina untuk mundur dari pendiriannya.
“Aku terus membangun Helloilmare karena loyal ya. Kebahagiaan itu kita sendiri yang usahakan. Di tahun-tahun mendatang, aku ingin Helloilmare tetap jalan. Aku terinspirasi sekali dari salah satu merek penyedia peralatan rumah tangga terbesar. Aku belajar mengapa otomatisasi harus dibangun,” ucapnya.
Dengan menyediakan jasa reparasi sofa, Kardina berharap Helloilmare dapat berperan dalam mengurangi sampah furnitur.
“Aku ingin perusahaanku juga berkontribusi dalam pengurangan sampah besar. Mengedukasi pelanggan untuk memperbaiki yang rusak. Satu sofa saja beratnya bisa 30 kg. Jika kita beramai-ramai memperbaiki yang rusak, dalam satu bulan kita sudah berkontribusi satu ton,” tutur Kardina.
Selain itu, ia berharap masyarakat menjadi lebih sadar untuk merawat furniturnya.
“Karena buang sofa saja kita juga butuh uang untuk diantar ke tempat pembuangan sampah. Kenapa tidak kita refurbish?,” lanjutnya.
Kardina berpesan, anak-anak muda harus memiliki keteguhan untuk sukses berbisnis.
“Mentalnya harus kuat. Because entrepreneurship is not for everyone. Apalagi pada saat ada tantangan, jangan mudah berhenti. Harus dibangun semangat untuk senang menyelesaikan masalah. Kanan kiri banyak yang lebih sukses, tapi jangan fokus dengan kompetitor,” pungkasnya.(ted)
===========
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






