Malang (beritajatim.com) – Yosua Risandy yang menjalani profesi sebagai Software Engineer di berbagai perusahaan maupun startup.
Mulai dari menjadi full stack developer di Beon Intermedia dan Traveling Yuk. Kemudian, menjadi Frontend Engineer di Majoo Indonesia, Kata.ai, Warung Pintar hingga Catalyst.
Saat menjalani profesi tersebut, pria yang akrab disapa Jojo ini justru menghadapi berbagai tantangan. Utamanya, saat bekerjasama dengan antar departemen dalam suatu perusahaan.
“Setiap tim punya tugas dan tujuan masing-masing. Saya sebagai software engineer sering berada di tengah-tengah antara beberapa tim tersebut. Terlebih posisi Software engineer mempunyai tanggung jawab yang besar dalam memastikan apakah produk yang kita buat sudah sesuai dengan tim design, apakah produk yang kita kembangkan mempunyai daya jual yang tinggi, dan apakah kita bisa memastikan bahwa kita bisa menyelesaikan pengembangan sesuai deadline yang sudah disepakati semua team,” jelas pria kelahiran 1990 ini.
Tak hanya itu, perkembangan teknologi juga menuntut orang yang ada dalam profesi tersebut untuk terus beradaptasi.
“Perkembangan teknologi yang pesat mengharuskan kita sebagai software engineer untuk terus belajar tentang teknologi yang terbaru dan bagaimana kita bisa menerapkannya di permasalahan yang sedang kita hadapi,” papar dia.
Meski demikian, ia sangat mencintai pekerjaannya. Sebab, dari profesi tersebut, ia juga bisa belajar banyak hal.
“Yang saya sukai dari profesi ini adalah bisa bekerja remote dan mendapatkan kesempatan menyelesaikan masalah yang menarik. Work life balance yang seimbang, dan bertemu dengan orang-orang yang bisa saya pelajari ilmu dan pengalamannya,” kata pria berusia 33 tahun ini.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Meski demikian, Jojo tak ingin berada di zona nyaman terus-menerus, Ia berusaha menciptakan tujuan mulai dari satu, tiga hingga lima tahun ke depan. Dalam lima tahun, ia ingin membangun perusahaan sendiri di bidang teknologi dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan kejujuran, profesionalisme dan lingkungan yang mendukung perkembangan karyawan. Sehingga, bisa bersama-sama maju dan memberikan manfaat untuk komunitas dan masyarakat
“Dalam tiga tahun kedepan saya berencana untuk mengumpulkan dana dan koneksi dengan orang-orang yang kompeten dan memiliki nilai yang sama dengan saya. Sedangkan, dalam satu tahun kedepan saya berencana membantu perusahaan sekarang untuk berdikari di sisi teknologi dan meningkatkan keuntungan untuk perusahaan, dan disisi lain saya belajar sebanyak-banyaknya tentang bisnis,” imbuh pria asal Malang ini.
Dia berharap, ke depan, bisa mendapat kesempatan untuk mengerjakan tantangan-tantangan baru di perusahaan dan diberikan kepercayaan untuk bertanggung jawab memimpin sebuah inisiatif yang memiliki dampak besar terhadap perusahaan.
“Keep Learning new things and growing. Even for the best programmers, learning new code, working with a new framework, and exploring a new API is never enough. Seperti halnya game, setiap hal baru yang dipelajari untuk meningkatkan experience point,” pungkas lulusan D4 ITB ini.
==================
Konten Kerjasam beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






