Magetan (beritajatim.com) – Kades Kediren Dwi Heri Susanto direstui untuk undur diri per 6 Maret 2023 lalu. Pun, dia kini digantikan Kartini, salah satu pegawai negeri sipil (PNS) Kecamatan Lembeyan yang sudah ditunjuk Bupati Magetan Suprawoto untuk menjadi pelaksana tugas kades sampai terpilih kades baru nantinya.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Eko Muryanto. Eko bercerita, seusai menerima surat pengunduran diri dari Dwi Heri Susanto, pihaknya langsung melakukan pengkajian dan akhirnya Dwi resmi berhenti sebagai kades Kediren per 6 Maret 2021 lalu.
Sementara itu, jelang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Eko masih melakukan pengkajian agar Kediren bisa ikut dalam pilkades serentak 2023. Utamanya perubahan anggaran jika memungkinkan Desa Kediren ikut dalam pilkades serentak.
“Saat ini masih dalam pengkajian untuk perubahan anggarannya, Mbak. Karena rencanaya Kediren ini ikut dalam pilkades serentak 2023 yang diselenggarakan pada September 2023,” kata Eko.
Dia pun menjelaskan saat ini roda pemerintahan di Desa Kediren tetap bisa berjalan usai ditunjuknya Kartini salah satu PNS di Kecamatan Lembeyan untuk sementara menjadi pelaksana tugas kades.
https://beritajatim.com/peristiwa/kades-di-magetan-diduga-cabuli-mahasiswi-kkn/
Diketahui, sebanyak 28 desa di Kabupaten Magetan bakal menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) pada September 2023 mendatang. Semuanya, bakal digelar secara electronic voting (e-voting). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) membenarkan jika bakal ada simulasi bagi masyarakat di desa-desa tersebut.
Total sudah ada 18 alat yang sudah ada dan pernah digunakan untuk pilkades pada 2018 lalu di salah satu di masing-masing kecamatan Magetan. Jumlah alat itu ditambah 10 agar seluruh desa yang memiliki jadwal pilkades bisa melaksanakannya secara elektronik.
Eko merincikan Januari 2023 sudah masuk persiapan pelaksanaan. Tahapan akan dilaksanakan mulai Maret 2023 dan rencananya pilkades serentak bakal dilaksanakan pada September 2023. Pelantikan akan dilaksanakan setelah akhir masa jabatan 19 Desember 2023.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/kades-diduga-cabuli-mahasiswi-kkn-bupati-magetan-sudah-damai/
Diketahui, 28 desa tersebut adalah Desa Gondang, Baluk, Prampelan, dan Kauman di Kecamatan Karangrejo, Desa Jajar di Kecamatan Kartoharjo, Desa Ngumpul di Kecamatan Barat, Desa Geplak di Kecamatan Karas, Desa Suratmajan dan Malang di Kecamatan Maospati, Desa Bandar, Bulu, Kembangan, dan Kalangketi di Kecamatan Sukomoro.
Desa Mojopurno dan Banjarejo di Kecamatan Ngariboyo, Desa Purworejo dan Kenongomulyo di Desa Nguntoronadi, Desa Selorejo dan Giripurno di Kecamatan Kawedanan, Desa Ringinagung dan Purwosari di Kecamatan Magetan, Desa Kalang, Sidorejo, dan Sidokerto di Kecamatan Sidorejo, Desa Buluharjo di Kecamatan Plaosan, Desa Kleco dan Duwet di Kecamatan Bendo, Desa Kiringan di Kecamatan Takeran.
Jika Desa Kediren resmi ikut, maka jumlah desa yang mengikuti pilkades serentak jadi 29 desa. [fiq/but]






