Magetan (beritajatim.com) – Kades Kediren Dwi Heri Susanto sudah undur diri sejak 15 Februari 2023. Namun, Bupati Magetan Suprawoto belum menandatangani keterangan undur dirinya kades yang santer dikabarkan mencabuli mahasiswi KKN.
Bupati Suprawoto bercerita jika dirinya ditelepon langsung oleh Kades Kediren non aktif Dwi Heri Susanto pada 15 Februari 2023 itu. Pun, dalam pembicaraan tersebut, Dwi mengatakan jika keputusannya untuk undur diri sudah dipikirkan matang.
Selain itu, undur dirinya Dwi juga sudah langkah yang mengutamakan hati nurani. Dari situ, Kang Woto, sapaan akrab Bupati Suprawoto, tak bisa melarang apalagi menghentikan keputusan Dwi.
“Saat ini masih menjadi kajian soal itu ya. Karena memang sudah undur diri dan menelepon saya. Katanya itu sudah dibicarakan dari hati ke hati bersama pihak keluarga mereka sendiri. Sehingga, saya tidak bisa lagi melarang keputusan itu,” kata Kang Woto saat ditemui di Ruang Kerja Pendapa Surya Graha, Jumat (24/2/2023).
Dia mengatakan saat ini masih perlu pengkajian secara hukum di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pun, urutan pengkajian hukum itu agar tidak ada kesalahan dalam prosedur penerimaan surat undur diri dari Dwi Heri Susanto.
“Kajian hukumnya masih berjalan, saya salah nanti kalau langsung tanda tangan ya. Jadi masih dikaji dulu dsri dinas terkait dalam hal ini dinas PMD,” pungkas mantan Sekjen Kementerian Kominfo itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kades-kediren”]
Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Kediren Dwi Heri Susanto (DHS) akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (15/2/2023). Dia mundur setelah situasi di desanya memanas. Karena warganya memprotes dirinya terkait adanya kabar dugaan pencabulan yang dilakukan Kades kepada mahasiswi KKN.
“Iya (mengundurkan diri), Mbak,” jawab DHS singkat saat beritajatim.com mengonfirmasi kebenaran kabar soal dirinya yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala desa.
Pun, dalam pesan WhatsApp-nya di grup desa menerangkan Kades Kediren undur diri karena berbagai pertimbangan dan situasi dan kondisi yang berada di desa.
“Akhirnya kami sekeluarga memutuskan mulai hari ini saya mengundurkan diri dari kepala desa Kediren matur suwun dan banyak terima kasih selama hampir 11 tahun kita berinteraksi bila ada salah kata kami sekeluarga mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tulis Kades Kediren dalam pesan tersebut. [fiq/but]






