Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab memastikan bahwa perbaikan jembatan amblas di Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo tidak dilakukan tahun ini. Namun pembangunannya baru dilakukan pada 2022. Anggarannya mencapai Rp 3 miliar.
“Setelah kita hitung anggarannya sekitar Rp 3 miliar. Namun pembangunannya baru dilaksanakan pada 2022. Tahun ini hanya perencanaan,” kata Mundjidah usai meninjau jembatan yang kondisinya hampir putus tersebut, Rabu (10/2/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-jombang”]
Bupati menjelaskan, karena anggarannya cukup besar, maka pembangunan jembatan tersebut tidak cukup jika diambilkan dari anggaran darurat. Sebagai gantinya, dimasukkan dalam APBD 2022. “Jadi tahun ini tidak bisa dibangun,” kata bupati menegaskan.
Terpisah, perangkat Desa Brodot, Wafir Wali, mengungkapkan, jembatan tersebut hampir putus setelah dihantam arus deras, Sabtu (6/2/2021) malam. Datangnya arus tersebut bersamaan dengan banjir yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo.
Agar tak dilewati, jembatan tersebut kemudian ditutup. Di mulut jembatan dipasangi palang bambu. Warga yang hendak pergi ke desa tetangga harus memutas melalui jalur lain sekitar 3 kilometer. “Jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 2 meter ini terakhir kali dibangun pada 2009,” kata Wafir. [suf]







