Jember (beritajatim.com) – Menjelang berakhirnya masa jabatan periode pertama 2021-2025, Bupati Hendy Siswanto menyodorkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2025-2045.
“RPJPD Kabupaten Jember 2025-2045 memuat visi yang merupakan mimpi sekaligus komitmen untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan terjadi pada 20 tahun mendatang, berdasarkan permasalahan pembangunan daerah dan atau isu strategis pembangunan Kabupaten Jember saat ini,” kata Hendy, dalam sidang paripurna di gedung DPRD Jember, Rabu (19/6/2024).
Visi RPJPD Kabupaten Jember Tahun 2025-2045 adalah Jember yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan. “Maju berarti Kabupaten Jember pada 2045 memiliki tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang maju, adaptif dengan dukungan sumberdaya aparatur yang profesional dan berintegritas, sistem maupun sarana prasarana yang sesuai dengan kebutuhan terkini,” kata Hendy.
Berdaya saing, menurut Hendy, bisa diartikan Kabupaten Jember pada 2045 memiliki keunggulan kompetitif hingga mampu bersaing dengan daerah lainnya. “Tata kelola dan pelayanan publik yang berdaya saing diharapkan menjadi fondasi penyelenggaraan urusan-urusan pemerintahan dalam penyelenggaraan misi lainnya,” katanya.
Visi sejahtera bisa diartikan Kabupaten Jember [ada 2045 didukung oleh sumberdaya manusia yang berpendidikan dan berkualitas, sehat. an tercukupi kebutuhan dasar lainnya. “Dengan demikian mampu meningkatkan kehidupan ekonomi dan sosialnya serta berdaya saing,” kata Hendy.
“Sejahtera juga berarti Kabupaten Jember didukung oleh perekonomian inklusif berbasis potensi lokal yang tumbuh mantap, sehingga bisa bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Hal ini berarti sektor utama penggerak perekonomian telah cukup kuat menahan goncangan internal dan eksternal,” kata Hendy.
Sementara itu visi berkelanjutan, menurut Hendy, bisa diartikan Kabupaten Jember pada 2045 didukung sarana prasarana infrastruktur dasar maupun wilayah yang memadai dan berwawasan lingkungan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
“Berkelanjutan juga berarti bahwa sumberdaya pembangunan yang terdiri dari sumberdaya manusia dan sosial, alam dan lingkungan hidup, infrastruktur maupun hasil-hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dan dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi-generasi selanjutnya,” kata Hendy.
Ada lima sasaran visi RPJPD Kabupaten Jember 2025-2045, yakni meningkatnya daya saing ekonomi daerah; menurunnya tingkat kemiskinan dan ketimpangan antar wilayah Kabupaten Jember; meningkatnya produktivitas daerah; meningkatnya kualitas sumberdaya manusia; dan terwujudnya net zero emission.
Sementara itu, misi RPJPD Jember 2025-2024 terdiri atas delapan hal. Pertama, mewujudkan transformasi sosial menuju Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, inovatif, dan handal berbasis local wisdom. Kedua, 1. mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan bertumpu pada potensi daerah yang berkelajutan.
“Ketiga, mewujudkan transformasi tata kelola menuju pemerintahan dan pelayanan publik yang profesional. Keempat, mewujudkan kehidupan masyarakat yang tertib dan tenteram atau harmoni,” kata Hendy.
Berikutnya adalah memantapkan ketahanan sosial serta menjaga dan melestarikan budaya lokal dan lingkungan hidup; mewujudkan pembangunan wilayah yang merata dan berkeadilan; dan meningkatkan Infrastruktur dasar dan wilayah yang berkualitas dan ramah lingkungan,” kata Hendy.
Terakhir, newujudkan Pembangunan yang berkelanjutan. “Pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, hasil riset, dan inovasi harus dioptimalkan untuk penciptaan lingkungan hidup yang lestari,” kata Hendy.
Sesuai rencana tersebut, tahap pertama pada 2025–2029 diarahkan untuk penguatan fondasi. Tahap kedua pada 2030–2034 diarahkan untuk percepatan penyelenggaraan setiap misi. Tahap ketiga pada 2035–2039, diarahkan untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan misi agar berdaya saing.
Tahap terakhir pada 2040–2045 yang diarahkan pada perwujudan visi yang dicerminkan tercapainya seluruh sasaran pokok pembangunan daerah. “Prioritas akan diberikan kepada penyelenggaraan misi yang masih lemah dalam memberikan layanan yang merata dan berkualitas,” kata Hendy. [wir]






