Bupati Hendy Siswanto mendadak menjadi artis sehari, Rabu (11/9/2024) siang. Dua bus berisi 48 siswa Kelas 6 SD Al Irsyad ditemani beberapa guru mendadak mampir ke Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Para siswa ini adalah peserta tur Jelita (Jelajah Keliling Kota), sebuah program jelajah wisata dari Dinas Perhubungan Jember yang mengantarkan para siswa ke lokasi-lokasi bersejarah di kawasan perkotaan Jember. Sebelum ke pendapa, rombongan siswa ini mampir ke sejumlah lokasi seperti menara air Pasar Tanjung, kawasan pecinan di Jalan Samanhudi dan Sultan Agung, hingga Masjid Jamik Baitul Amien.
Mereka sama sekali tidak mengira akan mampir ke Pendapa Wahyawibawagraha. Sebelumnya memang ada semacam permainan tebak-tebakan yang menanyakan nama bupati dan wakil bupati Jember. Beberapa malah bercerita soal pengalaman bertemu Bupati Hendy saat menunaikan salat tarawih. Sementara yang lain mengungkapkan keinginan bertemu.
Jadi begitu pemandu wisata mengabarkan rencana untuk mampir ke pendapa dan bertemu Bupati Hendy, bocah-bocah SD itu terlihat antusias. Apalagi ketika mereka tiba, Hendy ternyata sudah berdiri di teras pendapa, melambaikan tangan menyapa.
Sebelum masuk ke pendapa, sebagian bocah mencari cermin untuk merapikan pakaian, ikat pinggan, dan rambut. Ini pertama kali mereka masuk pendapa, Tentu saja tidak ingin terlihat buruk di depan Bupati.
Begitu dipersilakan masuk ke ruang tamu pendapa, mereka segera menyerbu untuk bersalaman dan mencium tangan Hendy. “Tangannya wangi,” celetuk salah satu anak.
“Enak ya, di sini dingin,” sahut siswa lainnya.
Tak hanya anak-anak. Para guru yang mendampingi juga tersenyum lebar dan minta berswafoto dengan Hendy. Agak susah, karena mereka harus berebut dengan para siswa yang antusias meminta tanda tangan kepada Hendy. Mereka menyodorkan apa saja untuk ditandatangani, mulai dari buku, kertas, hingga tas sekolah.
Hari itu, Hendy yang terbiasa menandatangani surat-surat dan dokumen mendadak menjadi artis sehari. Dia harus bersabar melayani permintaan tanda tangan dan foto bersama. Antuasiasme guru dan siswa tiada berbeda.
Nanang Budi Raharjo, seorang guru pendamping, merasa terhormat bisa bertemu dengan Bupati Hendy di pendapa. “Saya sangat senang. Anak-anak juga bahagia sekali bertemu Bupati langsung, berkunjung ke pendapa. Mereka bisa berfoto bersama dan minta tanda tangan. Alhamdulillah Pak Bupati berkenan diriwuki anak-anak,” katanya.
Senada, Hendy senang bertemu dengan para siswa dan guru Al Irsyad. “Kegiatan Jelita ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Mereka ternyata ingin tahu tentang Jember. Saya berharap bentuknya bukan keliling kota lagi, tapi ke kecamatan-kecamatan atau berkeliling kabupaten. Ini harus kita pertajam,” katanya.
Program Jelita, menurut Hendy, memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama anak-anak, untuk mengetahui dan memikirkan perkembangan Jember. “Mereka bisa berdiskusi saat berkeliling kota naik bus,” katanya.
Hendy menyebut Jelita program istimewa. Saking istimewanya, pertemuan tersebut benar-benar membekas dalam memori para siswa. Pagi sehari setelah kunjungan ke pendapa tersebut, mereka masih saling bercerita dan memamerkan tanda tangan yang dibubuhkan Hendy dengan riang gembira.
“Saya berharap lebih banyak lagi trayeknya, sehingga bisa melayani lebih banyak lagi warga,” kata Hendy. [wir]






