Magetan (beritajatim.com) – Harga tomat di Magetan di level petani anjlok parah dari Rp5.000 per kilogram, tinggal Rp1.000 sampai Rp800 per kilogram. Kondisi itu membuat petani tomat di Magetan malas panen.
Para petani pasrah dan memilih membiarkan tomat siap panen mereka membusuk di pohon.
Seperti dituturkan Rebianto (36), petani tomat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Meski sudah siap dipanen, dia membiarkan tanaman tomatnya lantaran harga jual tak lagi sebanding dengan biaya tanam dan perawatan.
Sebelumnya, Rebianto sudah panen sebanyak empat kali dengan hasil total lima ton. Saat itu harga tomat di level petani masih berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Namun ketika harga sudah anjlok ke Rp1.000 sampai Rp800 per kilogram, Rebianto memilih menelantarkan tanamannya.
“Masih bisa panen sampai 24 kali lagi sebenarnya. Tapi, karena harga malah turun sampai Rp1.000 per kilogram sampai Rp800 per kilogram, saya malas. Saya biarkan saja. Rencana saya mau bongkar saja, saya ganti tanaman lain,” kata Rebianto, Kamis, 18 Juli 2024.
Sarni, petani di Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, mengalami hal yang sama. Dia pun memilih mengganti tanaman tomatnya dengan tanaman cabai.
“Terpaksa ganti tanaman ini. Tomatnya sudah saya biarkan. Nggak laku tomatnya. Harga cuma Rp1.500 per kilogram. Di sini sudah nggak laku,” terang Sarni. Kerugian para petani tomat diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. [fiq/beq]






