Gresik (beritajatim.com)– Jebloknya harga jeruk nipis membuat petani asal Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik mengeluh. Saat ini harga per kilogram jeruk nipis Rp 800 hingga Rp 900. Padahal, petani setempat mampu menghasilkan 2 hingga 3 ton per hektarnya.
Kendati harga di pasar dalam negeri tidak sesuai harapan, namun jeruk nipis asal Desa Kebonagung, diminati Malaysia dan Singapura. Bahkan, ekspor perdana ke dua negara tersebut terealisasi tahun lalu.
Mulyono (59) salah satu petani jeruk nipis menuturkan bahwa dirinya sudah menyampaikan kondisi petani jeruk nipis itu ke Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). “Kami sudah sampaikan ke pak bupati, dia menyarankan perlu ada strategi pengembangan di tengah kondisi seperti sekarang,” ujarnya, Sabtu (5/3/2022).
Terkait dengan ini, Bupati Gresik Gus Yani yang datang langsung ke sentra pertanian jeruk nipis bersama istrinya Nurul Haromaini mengatakan, potensi ekspor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jeruk nipis asal Desa Kebonagung, cukup besar karena mampu menghasilkan 2 – 3 ton per hektarnya.
“Dengan kapasitas yang besar ini, perlu adanya strategi pengembangan salah satunya adalah jangkauan pasar yang tidak hanya di lokal, tetapi hingga ke pasar luar negeri dengan pendampingan terus menerus dan berkelanjutan,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”petani”]
Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan selalu aktif berkomunikasi dengan para atase kedutaan besar untuk diberikan kesempatan promosi dan berlanjut sampai mendapatkan buyer di Singapura dan Malaysia. “Kami siap mendorong ekspor jeruk nipis asal Gresik. Sebab, sektor pertanian ini memacu percepatan pemulihan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Disamping dari sisi pemasaran, kata Gus Yani, pihaknya juga mendorong pengolahan jeruk nipis menjadi produk olahan bernilai ekonomis lebih tinggi seperti menjadi produk minuman cair, ekstrak, serbuk instans atau diolah menjadi produk sabuk dan kosmetik.
“Pengolahan ini sebagai solusi melimpahnya produk jeruk nipis, sehingga bisa berkontribusi mengurangi pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa khususnya warga masyarakat Gresik,” pungkasnya. [dny/suf]






