Gresik (beritajatim.com) – Usai mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wabup dr Asluchul Alif tidak bisa bersantai ria. Dua pemimpin kepala dan wakil daerah itu, langsung tancap gas menyampaikan 100 hari kerja kedepan dihadapan wakil rakyat saat paripurna ditengah efisiensi anggaran.
Selama 45 menit menyampaikan paparan. Fandi Akhmad Yani, atau akrab dipanggil Gus Yani menegaskan ada dua hal yang masuk prioritas 100 hari kerja. Pertama, pengentasan kemiskinan dan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Kedua, penanganan banjir Kali Lamong serta infrastruktur jalan poros desa.
“Dua prioritas itu menjadi program kerja kami kedepan tanpa mengurangi anggaran ditengah efisiensi,” ujarnya, Senin (3/3/2025).
Alasan dua sektor tersebut menjadi prioritas lanjut Gus Yani, dirinya menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, menunjukan kondisi perekonomian di Gresik telah membaik. Hal itu berdampak pada penciptaan lapangan pekerjaan, sehingga TPT yang semula 8.21% tahun 2021 menjadi 6.45% pada tahun 2024.
“Turunnya TPT itu juga membuat prosentase penduduk miskin menjadi 10,32% tahun 2024. Indeks pembangunan manusia yang meningkat menjadi 78.93%. Nilai prevalensi balita stunting turun sebesar 8,14%,” ungkapnya.
Capaian itu kata dia, masih belum dinikmati seluruh masyarakat Gresik. Permasalahan kesenjangan ekonomi menjadi tantangan bersama. Untuk itu, mantan ketua dewan tersebut terus berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan.
“Kami berupaya menciptakan masyarakat Gresik sejahtera. Salah satu yang dilakukan peningkatan infrastruktur jalan dan penanggulangan bencana banjir. Infrastruktur jalan sepanjang 512,164 kilometer merupakan jalan kabupaten. Dimana, 48.30% kondisi
baik, 22,45% kondisi sedang, 25.82% rusak ringan dan 3,43% rusak berat dengan kemantapan jalan kabupaten 70,74% atau 400,85 kilometer,” katanya.
Mengenai penanganan banjir imbuh dia, melihat riwayat data tahun 2020 terdapat 42 titik banjir yang berdampak pada 63.1 kilometer jalan. Selain itu, ada 5.838 rumah terendam banjir, 3.057 hektar sawah serta area tambak tergenang. “Kali Lamong itu memiliki panjang ± 62.000 meter. Dalam penanggulangan bencana banjir membutuhkan 282,78 hektar lahan untuk
pembangunan tanggul, dan 9 kolam retensi, yang membutuhkan investasi sebesar Rp 795,4 miliar. Dari 282,78 hektar lahan untuk pembangunan tanggul penahan banjir, sejak tahun 2021- 2024 telah dilakukan pembebasan lahan seluas 6,83 hektar, atau sepanjang 5,109 km, dengan total anggaran sebesar Rp 29.04 miliar,” imbuhnya.
Sementara pelaksanaan normalisasi Kali Lamong masih kata Gus Yani, tahun 2021 hingga tahun 2024 telah dilaksanakan sepanjang 44.58 km yang mana 42.20 kilometer didanai melalui APBD, dan 2.70 kilometer didanai melalui CSR.
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Gresik Syahrul Munir menuturkan, ada dua hal fenomena yang disampaikan yakni permasalahan kemiskinan, pengangguran terbuka serta penanganan infrastruktur jalan poros desa dan penanganan banjir Kali Lamong. “Semua pemaparan itu harus di-support karena hari ini Gresik dilanda banjir. Sejumlah kepala daerah lain turut diundang. Ini langkah baik bagaimana daerah lain saling berkolaborasi,” tuturnya.
Menariknya, dalam pemaparan visi dan misi itu. Sejumlah daerah juga hadir diantaranya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Bangkalan Mochamad Fauzan Ja’far, dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian. [dny/kun]






