Bojonegoro (beritajatim.com) – Menjelang Ramadhan 2024, harga bahan pokok di Kabupaten Bojonegoro secara umum terpantau stabil. Namun, ada satu komoditas yang harganya justru melonjak tajam, yaitu cabai rawit. Kenaikan harga cabai rawit ini menjadi sorotan utama di tengah stabilitas harga kebutuhan pokok lainnya.
Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (UM) Kabupaten Bojonegoro, harga bahan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, susu, dan daging masih relatif stabil. Selain itu, harga sayuran, ikan segar, bawang, garam beryodium, tepung terigu, mie instan, dan kacang kedelai juga tidak mengalami perubahan signifikan.
Namun, harga cabai rawit justru mengalami kenaikan yang cukup drastis. Pada pekan sebelumnya, cabai rawit dijual seharga Rp62.500 per kilogram, namun kini harganya melonjak hingga Rp87.500 per kilogram. Sementara itu, cabai biasa mengalami kenaikan sebesar Rp2.500, dari Rp50.000 menjadi Rp52.500 per kilogram. Di sisi lain, harga cabai keriting justru turun dari Rp42.500 menjadi Rp41.000 per kilogram.
Menurut Kabid Promosi, Ekspor, dan Kerjasama Dinas Perdagangan Bojonegoro, Mahesa Ghalendra, kenaikan harga cabai rawit terjadi di Pasar Wisata dan Pasar Kota Baru Bojonegoro. “Hampir semua harga bahan pokok masih stabil, kecuali cabai rawit,” ujar Mahesa Jumat, (28/2/2025).
Mahesa menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai rawit kemungkinan disebabkan oleh menipisnya stok di pasaran. Meski demikian, stok bahan pokok lainnya masih aman dan tidak mengalami gangguan pasokan. Pihaknya mengambil data harga dari beberapa pedagang dan menghitung rata-ratanya, sehingga diperoleh kenaikan harga cabai rawit hingga Rp87.500 per kilogram.
“Kami terus memantau perkembangan harga bahan pokok, terutama menjelang Ramadan. Saat ini, kondisi pasokan bahan pokok masih aman, kecuali cabai rawit yang mengalami kenaikan signifikan,” tambah Mahesa.
Dengan adanya kenaikan harga cabai rawit ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengatur pengeluaran selama bulan Ramadan. Pemerintah setempat juga akan terus memantau pasokan dan harga bahan pokok untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bagi masyarakat. [lus]






