Surabaya (beritajatim.com) – Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mendorong percepatan penurunan stunting, pembangunan ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Komitmen itu ditegaskan dalam audiensi di Selasar Patuh Markas Polda Jatim, Selasa, 21 Juli 2026.
Pertemuan dipimpin Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, didampingi pejabat utama Polda Jatim, bersama Inspektur Wilayah III Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Brigjen Pol Hery Wiyanto serta Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Shodiqin.
Brigjen Pasma menyatakan sinergi ini menjadi kunci keberhasilan program yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.
Pihaknya membuka ruang luas untuk sosialisasi ke seluruh jajaran kepolisian melalui Biro SDM maupun satuan kerja terkait, serta menyesuaikan nota kesepahaman (MoU) yang akan berakhir 2027 agar tetap relevan dengan kebutuhan terkini. “Kami siap dukung penuh agar program berjalan optimal dan bermanfaat luas,” ujarnya.
Bentuk kolaborasi nyata di lapangan meliputi penyatuan peran sekitar 1.300 Penyuluh Keluarga Berencana dan Petugas Lapangan KB di seluruh kecamatan dengan Bhabinkamtibmas, untuk memberikan edukasi dan pendampingan langsung ke warga. BKKBN juga akan berkoordinasi dengan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri guna memastikan pendataan kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berjalan lengkap demi intervensi gizi yang tepat sasaran.
Brigjen Hery Wiyanto menyambut baik dukungan tersebut. Kerja sama ini akan memperkuat program prioritas seperti persiapan calon pengantin, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, gerakan keluarga berencana, hingga berbagai upaya pencegahan stunting.
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat membuat pesan pembangunan keluarga lebih cepat diterima dan dipercaya,” katanya.
Sementara itu, Shodiqin menambahkan pihaknya berharap dukungan juga menyasar program Taman Asuh Sayang Anak, Gerakan Ayah Teladan, pencegahan stunting melalui orang tua asuh, pemberdayaan lansia, serta penggunaan aplikasi layanan keluarga SAKINA.
Sosialisasi juga direncanakan menjangkau peserta didik Sekolah Polisi Negara Polda Jatim, agar kesadaran membangun keluarga sehat tertanam sejak dini. [uci/ted]






