Ringkasan Berita
* Mahkota Medical Centre di Melaka, Malaysia, melakukan ekspansi besar-besaran dengan membangun gedung baru 10 lantai untuk menambah kapasitas menjadi 430 tempat tidur pada 2029 serta meningkatkan jumlah tenaga medis hingga 10%.
* Langkah ini dilakukan untuk merespons meningkatnya kebutuhan layanan medis dari pasien internasional (khususnya Indonesia) serta lonjakan populasi lansia Malaysia yang diproyeksikan mencapai 15,3% (usia >60) pada 2050 dan 18,3% (usia >65) pada 2060.
* Gedung baru ini akan ditunjang konsep SMART Hospital, pusat kanker, ICU pintar, dan laboratorium patologi digital untuk memperkuat Melaka sebagai hub wisata medis regional.
————————————————————————
Surabaya (beritajatim.com) — Mahkota Medical Centre, rumah sakit swasta yang telah menjadi salah satu tujuan warga Surabaya untuk berobat selama lebih dari 25 tahun, resmi memulai proyek ekspansi besar-besaran. Rumah sakit yang berlokasi di Melaka, Malaysia, ini tengah membangun gedung baru setinggi 10 lantai guna meningkatkan kapasitas total menjadi 430 tempat tidur pada tahun 2029.
Langkah strategis ini diambil untuk merespons melonjaknya permintaan layanan kesehatan berkualitas, baik dari pasien domestik maupun wisatawan medis internasional.
Gedung baru tersebut tidak hanya sekadar menambah daya tampung, tetapi juga dirancang sebagai pusat medis berbasis teknologi masa depan (SMART Hospital). Fasilitas baru ini akan dilengkapi dengan:
* Pusat Kanker Terpadu yang lebih luas dan komprehensif.
* Unit Perawatan Intensif (ICU) berbasis teknologi pintar.
* Laboratorium Patologi Digital untuk diagnosis medis yang lebih cepat dan akurat.
* Ruang Rawat Inap Tambahan dan unit operasi modern.
Pengembangan ini melengkapi rekam jejak inovasi Mahkota yang sebelumnya telah meluncurkan SMART Ward generasi terbaru dan menjadi rumah sakit pertama di Malaysia yang mengadopsi robot bedah Hinotori™.
Selain itu, Mahkota tercatat sebagai rumah sakit pertama di Malaysia yang meraih predikat JCI Triple Gold Seal serta akreditasi MSQH Edisi ke-7 di wilayah selatan Malaysia.
Seiring dengan perluasan fisik dan teknologi, Mahkota juga berencana meningkatkan jumlah tenaga perawat dan tenaga kesehatan hingga 10 persen.
Chief Executive Officer Mahkota Medical Centre, Teo Chin Yee, menegaskan bahwa investasi infrastruktur dan sistem kerja modern ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan penanganan kasus-kasus medis kompleks sekaligus memantapkan posisi Mahkota sebagai rumah sakit swasta terbesar di Melaka pada 2029.
Ekspansi ini juga dipicu oleh tren perubahan demografi di Malaysia. Berdasarkan data statistik dari Department of Statistics Malaysia (DOSM):
* Penduduk berusia di atas 60 tahun diperkirakan mencapai 15,3 persen pada 2050.
* Kelompok usia di atas 65 tahun diproyeksikan melonjak hingga 18,3 persen pada 2060.
“Permintaan terhadap layanan kesehatan spesialis terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia dan kasus penyakit kronis. Investasi ini mencerminkan komitmen HMI Medical dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat lokal maupun internasional,” ujar Chin Wei Jia, CEO HMI Medical Group.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Utama Ab Rauf Yusoh. Pihaknya menyambut positif investasi ini karena dinilai sanggup memperkokoh daya saing Melaka sebagai salah satu destinasi medical tourism paling unggul di Asia Tenggara.[rea]






