Malang (beritajatim.com) – KH. Thoriq bin Ziyad atau Gus Thoriq menyampaikan harapan terkait bebasnya mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dari LP (Lembaga Pemasyarakatan) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. Dia ingin agar Anas tidak lagi terjun ke dunia politik.
Gus Thoriq menilai ada banyak ruang bagi tokoh nasional sekaliber Anas Urbaningrum. Sehingga, akan lebih baik jika Anas tidak kembali bergelut dengan politik praktis.
“Mas Anas ini orang yang cerdas ya. Kami melihat Mas Anas ini tokoh besar yang dimiliki bangsa Indonesia,” kata Gus Thoriq, Kamis (6/4/2023).
Anas juga tokoh nasional pertama yang mendukung ide munculnya Hari Santri pada 2011 lalu. Saat itu Anas masih menjabat sebagai Ketum Partai Demokrat.
“Jujur kami sampaikan, tokoh nasional pertama yang mendukung Hari Santri adalah Mas Anas,” tegas Gus Thoriq.
“Insya Allah kalau tidak salah, Mas Anas datang ke pondok kami Babussalam di Kabupaten Malang dalam rangka Poskestren. Sekitar bulan Muharram atau November akhir tahun 2011. Kami usulkan ide Hari Santri, ternyata Mas Anas mendukung penuh ide saya tersebut,” beber Gus Thoriq.
Baca Juga:
Botok Lamtoro Menanti Kepulangan Anas Urbaningrum ke Blitar
Ketika itu, lanjut Gus Thoriq, terjadi pembicaraan soal ide Hari Santri dan Anas Urbaningrum pun mendukung penuh. Indonesia harus punya Hari Santri Nasional untuk menyatukan munculnya friksi friksi dari kelompok Islam.
“Munculnya Hari Santri ketika itu mas Anas bilang ini adalah ide cerdas. Harus di dukung agar tidak ada lagi friksi berbeda dari beberapa kelompok Islam,” terang Gus Thoriq.
Secara pribadi, sambung Gus Thoriq, dirinya menginginkan mas Anas tidak lagi berada di jalur politik. Mas Anas bisa menjadi lebih bermanfaat lagi tidak harus masuk ke dunia politik kembali.
“Saya berharap Mas Anas tidak lagi masuk jalur politik ya. Ada banyak ruang bagi mas Anas selain di politik. Contoh, saya ingin mas Anas masuk di PBNU. Dengan begitu jelas sudah bahwa NU sebuah ormas yang terbuka bagi siapapun, dan NU ormas non politik. NU harus menerima mas Anas,” ujarnya.
Baca Juga:
Agenda Utama Anas Urbaningrum di Blitar: Sungkem kepada Ibu
Gus Thoriq menambahkan, NU harus menerima Anas Urbaningrum sebagai tokoh besar. Karena keberadaan mas Anas, pernah menjadi ketua partai politik di Indonesia.
“Mas Anas pernah jadi tokoh besar bangsa ini. Tidak boleh dilupakan begitu saja. Jika masuk ke PBNU, mas Anas juga saya yakin masih sangat produktif untuk kemaslahatan umat,” Gus Thoriq mengakhiri. [yog/beq]






