Surabaya (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo, Calon Presiden 2024, menegaskan transisi energi menjadi prioritas pemerintahan Indonesia ke depan. Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) akan terus digenjot sebagai upaya melindungi bumi dari ancaman kerusakan lingkungan.
“Kita butuh transisi energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat besar dan menyelamatkan lingkungan. Kalau hanya mengandalkan energi fosil, itu tidak akan cukup, dan kita akan menikmati kerusakan lingkungan yang lebih parah,” kata Ganjar, Kamis (21/9/2023),
Saat ini saja, kata dia, dampak dari penggunaan energi fosil sudah terasa. Isu pencemaran udara di Jakarta, misalnya, disebabkan penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan.
“Kita harus cepat beralih ke energi ramah lingkungan. Maka program saya ke depan mewujudkan green energy and blue energy,” katanya.
BACA JUGA:
Pengangguran Terdidik, Ganjar: Kita Gaskan Perbaikan Kualitas Pendidikan
Selain untuk melindungi lingkungan, penggunaan energi baru terbarukan, lanjut Ganjar, penting untuk mencukupi kebutuhan energi nasional. Jika hanya mengandalkan energi fosil saja, maka kebutuhan energi tidak akan pernah tercukupi.
“Potensinya kita punya banyak, tapi sampai sekarang belum bisa berjalan. Sebenarnya itu sangat bisa, tinggal seberapa serius kita menuju ke sana,” tegasnya.
Butuh pemimpin yang memiliki leadership yang kuat untuk mewujudkan itu. Sebab, perlu keputusan politik yang tegas agar cita-cita transisi energi di Indonesia bisa berjalan.
BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Singgung Profesi Wartawan, Najwa Shihab: Jurnalis Profesi Membanggakan Loh
“Kadang saya gemas, ketemu dirjennya dan tanya soal EBT sampai mana, dijawab, ‘Belum, Pak Ganjar.’ Padahal dirjennya sudah sering diganti, tapi keputusan energinya belum juga ganti,” ucapnya.
Selain soal transisi energi, Ganjar juga menyampaikan sejumlah gagasannya untuk memajukan Indonesia. Dia berpandangan, ada tiga fondasi yang harus dikerjakan agar Indonesia benar-benar bisa menjadi negara maju.
Pertama, meningkatkan anggaran negara hingga dua kali lipat. Kedua, digitalisasi sistem pemerintahan, dan ketiga dengan pemberantasan korupsi. [asg/beq]






