Jember (beritajatim.com) – Empat orang tercatat telah meninggalkan Tim Pemenangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dipercaya tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja tim.
Dima Ahyar, Sekretaris Tim Pemenangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto, mengatakan, dua orang meninggalkan tim karena alasan tugas partai. Seorang anggota tim ditarik kembali untuk membantu partai asal. Sementara, seorang anggota tim lagi memilih berpamitan karena akan bekerja sebagai staf ahli DPR RI di Jakarta.
“Wajarlah, karena memang sebagai anggota tim, mereka ada kegiatan-kegiatan yang harus terlibat. Kalau ada kesibukan lain, wajar kalau kemudian mereka meminta diganti dengan yang lain yang lebih punya waktu,” kata Dima, Senin (7/10/2024).
Berbeda dengan dua orang yang berpamitan resmi tersebut, Mohammad Sholeh, anggota tim dari Partai Gerindra, menyampaikan pengunduran diri di grup WhatsApp terbatas. Alasan pengunduran dirinya tak lepas dari masalah transparansi pendanaan tim pemenangan dan kinerja tim di bidang advokasi.
“Sejak 22 September 2024 saat saya dan teman-teman dibaiat, sampai hari ini belum ada rapat pembahasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pemenangan, dan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan-persoalan anggaran,” kata Sholeh.
Terakhir, Mashudi alias Agus MM dari Partai Nasional Demokrat memilih mundur dari keanggotaan Bidang Hukum Tim Pemenangan Fawait-Djoko. Dia mempersoalkan transparansi anggaran operasional untuk kebutuhan tim.
Agus MM mengingatkan, kinerja politik membutuhkan ongkos. “Kecuali kita kerja di masjid. Ketika tim dibentuk, maka ada konsekuensi logis ketika tim berjalan. Ini kerja politik. Tinggalkan jejak, jangan tinggalkan bekas,” katanya.
Agus MM melihat tidak adanya rumusan konsep strategi yang jelas sebagai standar baku pedoman penggalangan dan pengamanan suara untuk Fawait-Djoko. Selain itu, tidak ada transparansi sarana dan prasarana pendukung gerakan penggalangan dan pengamanan suara, baik berupa pendanaan konsumsi dan atau akomodasi pengumpulan tim, tokoh masyarakat, tokoh komunitas, dan lain-lain. [wir]






