Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggagas pendirian pabrik rokok di Pulau Bawean. Langkah ini diambil karena budidaya tanaman tembakau di pulau putri tersebut per hektarenya rata-rata mencapai 16 ribu hingga 20 ribu batang.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gresik, Eko Anindito Putro menuturkan, hasil yang memuaskan ini tidak muncul secara kebetulan. Pencapaian ini berkat tim penyuluh Distan yang terus mengadakan pendampingan terkait budidaya tembakau.
“Kita laksanakan 6 kali, mulai dari penanaman hingga pengolahan paska panen. Sehingga diharapkan teman-teman petani paham betul tentang teknik budidaya tembakau,” ujarnya, Minggu (15/10/2023).
Ia menambahkan, cuaca yang kering akhir-akhir ini membawa berkah tersendiri bagi petani tembakau. Hal ini tidak lepas dari karakter tanaman tembakau yang bisa tumbuh dengan baik dengan kondisi curah hujan yang minim.
“Produksi tembakau, yang umumnya per batang rata-rata 0,8 kilo, di Pulau Bawean bisa mencapai 1 kilo. Pada satu hektare rata-rata terdapat 16 ribu hingga 20 ribu batang tanaman,” imbuhnya.
Sementara itu, Salam (46) salah satu petani yang tergabung dalam kelompok tani demplot Tembakau Desa Pudakit Barat tidak menyangka tanaman tembakau bisa tumbuh dengan baik di Bawean.
“Saya tidak menyangka tanaman tembakau di Pulau Bawean panennya lebih tinggi dibanding daerah lain,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Tim Dosen ITS Ciptakan Freezer Panel Surya untuk Nelayan Bawean
Sekadar diketahui, uji coba budi daya tanaman tembakau di Kabupaten Gresik dimulai tahun 2005. Lokasinya berada di Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng. Lahan awal seluas 2-5 hektare. Petani tembakau masih menanam tembakau varietas lokal dan kualitasnya masih rendah karena ditanam secara tradisional serta bersifat turun-temurun.
Berkat adanya kegiatan demplot dan pengembangan tembakau di Gresik, saat ini, luas lahan telah mencapai ± 170,5 hektar. Embrio inilah yang kemudian dibawa dan diterapkan di Pulau Bawean.
Melalui riset dan penjajakan, dipilihlah dua desa sebagai pilot project penanaman tembakau di Pulau Bawean. Dua desa tersebut yakni, Desa Gelam di Kecamatan Tambak dan Desa Pudakit Barat di Kecamatan Sangkapura. [dny/but]






