Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga akan melakukan rekonstruksi dan pelebaran sejumlah ruas jalan untuk mendukung operasional Koridor VII Trans Jatim. Langkah ini menyusul hasil rapat koordinasi awal yang digelar di Kantor Dinas Perhubungan pada Selasa (22/7/2025), yang mengidentifikasi titik-titik jalan prioritas yang perlu ditingkatkan.
Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Heruwidi, menyampaikan bahwa upaya ini difokuskan pada infrastruktur yang dilalui armada Trans Jatim. Beberapa titik krusial yang akan dikerjakan meliputi pelebaran jalan di perlintasan sebidang Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) dan rekonstruksi ruas jalan lainnya.
“PU Bina Marga konsentrasinya adalah khususnya jalan-jalan yang dilintasi Trans Jatim. Memang itu fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung Trans Jatim dan keperluan masyarakat,” kata Heruwidi, Rabu (23/7/2025).
Ruas jalan Made–Plembon menjadi prioritas utama dalam proyek ini. Meskipun saat ini telah dilakukan pemeliharaan rutin, namun Pemkab Lamongan akan melanjutkan dengan rekonstruksi permanen agar jalur tersebut aman dan nyaman dilalui oleh bus Trans Jatim.
“Jalan yang dari Made sampai ke Plembon insyaallah aman. Dan tahun ini juga ada pekerjaan rekonstruksi di situ. Jalan yang meleyot-meleyot, itu nanti direkonstruksi,” ujarnya.
Rekonstruksi dilakukan dengan spesifikasi beton dan didukung oleh program Pemkab Lamongan. Selain itu, Dinas PU Bina Marga juga mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat untuk menambah panjang jalan yang diperbaiki.
“Kita insyaallah nanti akan mendapatkan bantuan sepanjang 1.500 meter. Menyambung dengan rekonstruksi jalan yang kita lakukan. Jadi insyaallah jalan yang diluati Trans Jatim untuk jalan yang dari Plembon menuju ke Made, insya Allah aman,” tambah Heruwidi.
Selain ruas Made–Plembon, rekonstruksi juga akan menyasar jalan dari pertigaan Plembon ke arah utara, tepatnya di dekat SMP Negeri 1 Sukodadi. Meski belum direkonstruksi, jalan tersebut telah melalui tahapan pemeliharaan sehingga dinilai sudah layak dilalui.
Tak kalah penting, pelebaran jalan juga akan dilakukan di titik perlintasan sebidang Unisda. Lokasi ini dinilai rawan kemacetan, apalagi akan dilalui oleh 15 armada bus Trans Jatim setiap harinya.
“Dari hasil rapat, supaya dilakukan penataan lagi di titik itu, supaya tidak terjadi hambatan. Otomatis di situ perlu ada percepatan dalam proses melintas,” tutur Heruwidi.
Sementara untuk jalur provinsi maupun jalan nasional yang juga menjadi bagian dari rute Trans Jatim, termasuk jalur Dendeles, Heruwidi memastikan kondisinya tidak mengalami kendala berarti.
“Jadi kita konsentrasinya adalah di jalan kabupaten yang khususnya mendukung kegiatan Trans Jatim,” pungkasnya. [fak/beq]






