Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Mohammad Saifuddin, mendesak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya memberi perhatian serius terhadap organisasi kepemudaan (OKP), khususnya kelompok Cipayung Plus. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki kontribusi besar dalam sejarah dan kemajuan bangsa.
“Saya meminta dan mendesak Bakesbangpol Surabaya untuk memperhatikan penuh terhadap OKP yang ada di Surabaya. Khususnya kawan Cipayung dan Cipayung Plus,” ujar Saifuddin saat pembahasan Perubahan APBD 2025 bersama Bakesbangpol Surabaya di Komisi A, Kamis (14/8/2025).
Saifuddin menegaskan, peran OKP Cipayung telah terbukti sejak gerakan mahasiswa 1966 hingga reformasi 1998. Dia menyebut gerakan mereka bersifat revolusioner dan bukan reaksi sesaat.
“Apalagi kawan-kawan Cipayung ini sangat berkontribusi dalam kemajuan bangsa ini. Dari gerakan 1966 orde lama dan gerakan reformasi 1998 dalam menumbangkan rezim orde baru, dan perlu diingat OKP ini bukan organ taktis tapi gerakan mereka adalah gerakan revolusioner bukan gerakan reksioner,” tegasnya.
Mantan aktivis PMII ini menilai gerakan tersebut juga memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Surabaya. Banyak program dan aksi yang dilakukan bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.
“Gerakan kawan-kawan ini juga sangat membantu kemajuan kota ini dan banyak memberikan kontribusi riil kepada bangsa dan negara,” tutur politisi Demokrat ini.
Dalam forum itu, Saifuddin mengusulkan tiga langkah strategis yang perlu dilakukan Bakesbangpol. Pertama, mengalokasikan anggaran khusus untuk OKP pada APBD Murni 2026.
“Saya meminta dalam anggaran APBD Murni 2026 untuk memasukkan anggaran untuk OKP yang ada di Kota Surabaya melalui Kesbangpol, jangan hanya menganggarkan kegiatan Paskibraka yang sifatnya seremonial semata,” katanya.
Kedua, Bakesbangpol diminta melakukan pembinaan berkelanjutan dan terlibat dalam diskusi-diskusi kebangsaan. Dia menilai hal ini penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam memahami isu nasional.
“Melakukan pembinaan dan juga ikut andil dalam diskusi-diskusi kebangsaan,” jelasnya.
Ketiga, dia meminta adanya pertemuan rutin antara Bakesbangpol dan OKP Cipayung maupun Cipayung Plus. Dia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang kajian bersama terkait situasi nasional dan regional.
“Kesbangpol melakukan pertemuan rutin minimal tiga bulan sekali dengan kawan-kawan Cipayung dan Cipayung Plus dalam melakukan kajian diskusi situasi nasional (Sitnas) dan situasi regional,” pungkas Saifuddin. [asg/ian]






