Bangkalan (beritajatim.com) – Kantor Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, digeruduk puluhan warga Desa Morombuh. Lantaran menuding Camat setempat tidak netral menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan 5 Mei 2024 mendatang.
Koordinator aksi demo di kantor Kecamatan, Abdurrahman Tohir mengatakan. Jika selama ini Camat dinilai tidak netral. Terbukti, kurangnya melakukan monitoring dan evaluasi sehingga terdapat bacakades yang lolos verifikasi padahal calon tersebut merupakan bendahara Panitia pemilihan Kepala Desa (P2KD) setempat.
“Lolosnya verifikasi administrasi tersebut diduga karena ulah intervensi serta upaya persekongkolan jahat yang dilakukan oleh camat,” ujarnya,Senin (20/3/2023).
Baca Juga: Polres Bangkalan Ringkus Bandar Arisan Bodong
Ia juga mengatakan, camat juga diduga telah melakukan pelanggaran dengan cara melakukan pemotongan setiap termin realisasi Dana Desa. Sehingga, hal itu selain membuat dana desa berkurang, juga terjadi ketidakharmonisan hubungan antar para Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Kwanyar.
Sementara itu, Camat Kwanyar, Khoirul Rahman mengaku tidak tau mengenai lolosnya Bacakades yang masih aktif menjadi staf P2KD.
“Kami selaku Muspika hanya bisa mengarahkan sesuai persetujuan BPD, tokoh masyarakat dan alim ulama. Sedangkan pembentukan P2KD itu ranah BPD,” pungkasnya.
Aksi mereda dan massa meninggalkan kantor Kecamatan lalu membubarkan diri setelah mendapatkan jawaban dari Camat. Namun, massa mengancam akan melakukan aksi susulan jika permasalahan terkait Bacakades tidak tuntas dan keharmonisan antara Kades di Kecamatan Kwanyar kembali normal.[sar/ted]






