Magetan (beritajatim.com)– Distribusi kendaraan roda tiga untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan terus berlanjut. Memasuki tahap ketiga, sebanyak 100 unit kendaraan disalurkan kepada 50 desa sebagai bagian dari penguatan operasional koperasi desa.
Koordinator Lapangan Pengiriman Unit Kendaraan Roda Tiga KDKMP Area Jawa Timur, Andromeda, mengatakan pendistribusian kali ini merupakan lanjutan dari dua tahap sebelumnya yang telah dilakukan sejak Mei lalu.
“Untuk Kabupaten Magetan saat ini pendistribusian yang ketiga. Tahap pertama untuk koperasi yang sudah ikut peresmian oleh Presiden Prabowo. Kemudian tahap kedua dilaksanakan pekan lalu, dan hari ini tahap ketiga,” ujarnya, Selasa (2/6/2026)
Ia menjelaskan, setiap desa menerima dua unit kendaraan roda tiga. Pada distribusi tahap ketiga ini, sebanyak 100 unit kendaraan dikirim untuk 50 desa. Sebelumnya, pada tahap kedua telah disalurkan 80 unit kendaraan.
Menurut Andromeda, total pengiriman kendaraan untuk Magetan selama periode Mei hingga Juni diperkirakan mencapai sekitar 200 unit. Namun, distribusi masih akan terus berlanjut hingga seluruh kebutuhan desa terpenuhi.
“Masih ada pengiriman berikutnya. Untuk periode Mei-Juni ini kurang lebih sekitar 200-an unit,” katanya.
Terkait layanan purnajual, Andromeda memastikan setiap kendaraan yang diserahkan telah dilengkapi mekanisme garansi dari vendor. Informasi kontak penanggung jawab (PIC) vendor juga dicantumkan dalam berita acara serah terima sehingga dapat dihubungi langsung oleh pemerintah desa apabila terjadi kendala teknis.
“Di berita acara serah terima ada nomor PIC dari vendor. Jadi desa bisa langsung berkomunikasi apabila ada masalah pada kendaraan,” jelasnya.
Ia menambahkan seluruh kendaraan yang didistribusikan telah melalui pemeriksaan kelayakan dan pengecekan kelengkapan sebelum diserahkan kepada penerima.
Meski demikian, pihaknya mencatat terdapat beberapa insiden yang terjadi setelah kendaraan diterima oleh desa. Menurut Andromeda, kejadian tersebut berada di luar tanggung jawab tim distribusi karena berlangsung setelah proses serah terima selesai.
“Kurang lebih ada sekitar empat kejadian. Namun setelah unit keluar dan serah terima dilakukan, itu sudah menjadi tanggung jawab pihak desa. Sebelum diserahkan, semua unit sudah dicek kelengkapan dan kondisinya,” pungkasnya. [fiq/aje]






