Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menilai kerja inovatif sesuai dengan tuntunan zaman merupakan sebuah keniscayaan bagi seluruh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan instansi yang dipimpinnya.
Sehingga para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, harus senantiasa bekerja produktif dan inovatif di tengah gempuran revolusi industri.
“Era post truth seperti saat ini sangat menuntut kita untuk bekerja out of the box atau bekerja di luar kotak biasa. Sehingga nantinya kita dapat bersaing dengan kabupaten atau kota maju lain di Indonesia,” kata Bupati Badrut Tamam, Selasa (2/5/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/kades-di-bangkalan-ditembak-otk-pakai-senjata-rakitan/
Bahkan juga selalu didorong agar selalu komitmen mewujudkan visi misi yang dicanangkan sejak awal masa kepemimpinannya. “Mudah-mudahan dengan pertolongan Allah, kita semua bisa mewujudkan Pamekasan menjadi kabupaten hebat,” ungkapnya.
“Sebab kami meyakini bahwa daerah yang maju bukan semata-mata karena faktor SDA (Sumber Daya Alam), tetapi sebagian besar juga didukung faktor SDM (Sumber Daya Manusia) yang mempuni,” sambung bupati muda yang familiar disapa Mas Tamam.
Dari itu, pihaknya melakukan berbagai program Inovatif guna mewujudkan SDM yang mempuni. Salah satunya melalui beragam program beasiswa bagi masyarakat di Pamekasan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan berprestasi.
“Jadi untuk mencetak SDM yang unggul itu menjadi salah satu program prioritas Pemkab Pamekasan, di antaranya dengan adanya program beasiswa santri, beasiswa kedokteran dan lainnya,” tegasnya.
Sebelumnya pihaknya juga menargetkan kabupaten yang dipimpinnya, bisa masuk 3 besar kabupaten terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) yang digagas Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada 2023.
Target tersebut bukan tanpa alasan, sebab pada tahun sebelumnya, yakni pada 2022, kabupaten Pamekasan sudah bisa menembus posisi 10 besar kabupaten terinovatif di Indonesia. [pin/kun]






