Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyebut puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 mendijadi momentum untuk melindungi hak anak.
Salah satu langkah konkret dalam upaya melindungi hak anak, yakni dengan dilakukannya penandatanganan MoU perlindungan hak anak, yang melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan terkait pencegahan perkawinan anak.
Kemudian juga melibatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Lamongan terkait Tempat Praktek Mandiri Bidan (TPMB) ramah anak, serta Fatayat NU Lamongan dan Babat terkait Cegah Perkawinan Anak (CEPAK) dan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Menurut Yuhronur, penandatanganan MoU tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjamin pendidikan, kesehatan anak mulai dari janin hingga lansia. Komitmen Tersebut diwujudkan melalui program prioritas pendidikan terintegrasi dan gratis (Perintis) dan Lamongan Sehat.
“Dalam menyiapkan generasi emas yang berkualitas, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen penuh menghadirkan pendidikan hingga kesehatan bagi anak. Bahkan calon pengantin kita siapkan semua kesehatan fisik dan non fisiknya agar siap menjadi orang tua yang baik,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes, dalam acara puncak peringatan Hari Anak Nasional, di Aula Gadjah Mada Pemkab Lamongan, Kamis (8/8/2024).
Pak Yes menyebutkan, salah satu pencapaian Kabupaten Lamongan ialah berhasil menurunkan angka stunting. Pada tahun 2022 menempati angka 27,5 dan berhasil turun menjadi 9,4 di tahun 2023.
Kegiatan yang mengambil tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran Pelopor dan Pelapor (2P), dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak.
“Serta memberikan edukasi kepada anak dan orang tua, mengenai upaya pencegahan kekerasan, eksploitasi terhadap anak, pencegahan perkawinan anak dan pekerja anak.
Dan bentuk penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Pak Yes. (fak/ian)






