Malang (beritajatim.com) – Sentra parkir Kayutangan Heritage yang berada di eks Gedung Bank di Jalan Basuki Rahmat menjadi kantong parkir bagi pengunjung dan pegawai pertokoan di kawasan itu. Daya tampung sentra parkir bisa mencapai 400 kendaraan roda dua.
Namun, sayangnya masih banyak warga yang belum mengetahui bekas gedung ini kini menjadi area parkir. Banyak warga yang ragu saat akan masuk ke gedung. Minimnya papan tulisan parkir menjadi salah satu alasannya.
“Ya saya tidak tahu saya pikir di seberang. Kemarin parkir di seberang tapi tidak dapat karcis. Kalau di sini dapat karcis terus tempatnya kan tertutup. Sekarang sudah tahu ya parkirnya di sini,” ujar salah satu pengunjung Putri Rahayuningsih, Senin, (6/1/2025).
Salah satu petugas Dishub Angga Kamil mengatakan sebenarnya sudah ada tulisan parkir di bagian depan gedung namun masih banyak warga yang belum mengetahui. Meski begitu jumlah pengunjung yang parkir di tempat ini cukup banyak di akhir pekan. Puncaknya adalah pada Sabtu, (4/1/2025) kemarin.
“Kalau puncak ramai itu Sabtu kemarin ada kalau 300-400 kendaraan. Tapi itu bergantian ya ada yang keluar dan masuk. Sudah ada tulisan cuma mungkin tulisannya kecil. Tapi sudah mulai banyak yang tahu dan Dishub juga terus sosialisasi,” ujar Angga.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengakui memang tulisan tempat parkir masih minim. Mereka akan membuat tulisan yang lebih besar agar banyak diketahui masyarakat. Namun, sejauh ini pelaksanaannya diklaim efektif terutama memaksimalkan pembayaran digital kemudian masuk ke kas daerah.
“Iya benar memang tulisannya kurang itu menjadi catatan kami. Sejauh ini efektif untuk menampung kendaraan pengunjung yang akan berkunjung ke Kayutangan Heritage,” ujar Widjaja. (luc/ian)






