Magetan (beritajatim.com) – Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang sempat menangani penataan taman pesawat di Pasar Produk Unggulan (PPU) Magetan angkat bicara. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertugas melakukan penataan 2022 lalu, sementara untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) adalah pemilik aset.
Kabid Pasar Disperindag Magetan Kiki Indrayani mengklaim jika pasca penataan oleh DLH, taman itu masih masa pemeliharaan oleh kontraktor DLH hingga November 2023. Pun, pasca kondisi tanaman layu itu viral, pihaknya melakukan kerja bakti pada Minggu (4/6/2023)
“Pekerjaan taman ini , ada di dinas lingkungan hidup di November 2022 Dan masa pemeliharaannya sampai November 2023. Pada akhir Maret 2023 memang ada surat penyerahan ke Disperindag, tapi di lapangan terkait kunci air listrik untuk pemeliharaannya belum diserahkan. Setelah viral kmrn, kita langsung eksekusi untuk pembersihan dan penyiraman, terkait lain-lain bangunan masih pemeliharaan rekanan DLH,” kata Kiki pada beritajatim.com, Senin (5/6/2023)
Kiki mengatakan, saat kerja bakti pihaknya sampai.membuka sendiri kunci panel listrik agar pompa air untuk menyiram tanaman bisa dinyalakan. “Karena itu tadi, kuncinya ada di kontraktor yang ditunjuk. Ya memang ga bisa langsung segar tanamannya. Semoga tidak mati, kami.akan pantau terus,” kata Kiki.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Saif Muchlissun mengatakan pihaknya bakal mengecek lagi terkait penataan yang sudah dilaksanakan pada 2022 lalu itu. “Saya checknya lagi. Soalnya lahan itu sudah kami serahkan ke Disperindag untuk masterplan penggunaan PPU secara keseluruhannya,” jawa Muclis singkat.
Sebelumnya diberitakan, video viral berdurasi 1 menit 21 detik merekam kondisi tanaman di Taman Pesawat Maospati, kawasan Pasar Produk Unggulan (PPU) Magetan, Desa Malang, Kecamatan Maospati, Magetan. Tanaman dan penataan senilai Rp177 juta itu muspro.
Dalam video, pria yang merekam kondisi taman mempertanyakan pada Pemkab Magetan yang menanam dan seharusnya turut merawat taman. Kondisi tanaman di taman ada yang layu bahkan ada yang mering karena mati. Diketahui, beberapa minggu terakhir, kawasan Maospati tak turun hujan.
BACA JUGA:
BPBD Magetan Evakuasi Manual Sapi Warga Masuk Kubangan
“Delengen ki taman wisatane PPU, tandurane nganti garing kabeh. Ngeneki sing tanggung jawab sopo, lagi ditandur ngene ki. Deloken, po mung dipurih koyone tok ae? Garing kabeh parah, koyok ngeneki tanggung jawabe sopo? (Lihatlah ini taman wisatanya PPU, tanamannya sampai kering semua. Seperti uni tanggung jawab siapa, baru ditanam lho ini. Lihatlah, apa hanya diambil anggarannya saja ini? Kering semua, parah. Seperti ini tanggung jawab siapa),” kata pria itu dalam video.
Pantauan beritajatim.com di Taman Pesawat Maospati di PPU Maospati, kondisi tanaman memang memprihatinkan. Tanaman bunga itu sebagian besar layu, bahkan ada yang sudah mati. Sebagian ada yang terkena hama cabuk.
Di dekat taman, ada papan proyek yang bertuliskan jika taman itu baru ditata pada tahun 2022 lalu. Dengan nilai proyek senilai Rp177 juta. Penggarapnya adalah CV Budi Luhur. Namun, bisa dipastikan dengan anggaran ratusan juta itu, tanaman tak hidup layak. Satu kera air di area taman bahkan mati, nyaris tak ada air yang mengalir. [fiq/kun]






